20 Tahun Lebih, Saudi Bersabar Atas Intrik Qatar

7391

Moslemtoday.com : Selama lebih dari 20 Tahun, Qatar mempunyai kebijakan konspirasi melawan Arab Saudi, hal ini dimulai ketika Qatar bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstremis, Ikhwanul Muslimin, dan mencoba mengguncang negara-negara Teluk.

Selama ini, Qatar menyia-nyiakan semua peluang yang diberikan oleh Arab Saudi dan negara-negara tetangga untuk menarik kebijakannya yang dapat merusak stabilitas keamanan Teluk.

Lebih dari dua dekade, Arab Saudi selalu bersabar, namun Qatar selalu mempraktikkan skema penyamarannya, dan mulai bekerja sama dengan kelompok teroris dan ekstremis untuk menyusun strategi melawan Arab Saudi.

Konspirasi tersebut termasuk koordinasi dengan negara-negara yang menunjukkan permusuhan yang cukup besar terhadap Arab Saudi, termasuk saat itu, Libya yang dipimpin Muammar al-Qaddafi.

Pada 2013, Qatar diberi kesempatan melalui Deklarasi Riyadh untuk melaksanakan beberapa kesepakatan yang harus dilaksanakan dalam waktu 90 hari, namun Qatar tidak menerapkannya.

Baca juga :

Upaya lain juga dilakukan pada bulan Februari 2014 di Kuwait, untuk meminta Qatar agar memberhentikan kebijakan luar negeri-nya terhadap negara-negara tetangga. Pertemuan tersebut berlangsung di hadapan Emir Kuwait, Emir Qatar dan Menteri Luar Negeri Negara-Negara Teluk.

Namun seperti biasanya, Qatar tidak mengindahkannya dan terus melanjutkan ambisinya, yang kemudian berlanjut ke pertemuan Riyadh bagi Menteri Luar Negeri Negara-Negara Teluk selama bulan Maret pada tahun yang sama.

Akibatnya, beberapa negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain menarik Dubes mereka dari Qatar.

Meskipun Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdul Aziz al-Saud, menjalin kembali hubungan kerja sama dengan Qatar pada tahun 2015, akan tetapi Qatar tidak menghentikan ambisinya untuk memusuhi Arab Saudi.

Di tahun 2017, delegasi Qatar keluar sebelum akhir upacara pembukaan KTT Riyadh, dan Qatar menyerang Arab Saudi melalui medianya.

Pidato Tamim bin Hamad yang disiarkan melalui Kantor Berita Qatar, sangat jelas menyerang Arab Saudi, namun setelah Qatar mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Arab Saudi, negara tersebut mengklaim bahwa Kantor Berita mereka telah diretas oleh pihak tidak bertanggungjawab dan ditembus sebagai pembenaran. (LIY/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here