36 Jam Pariaman-Bandung (The Journey of Prahum)

31

*36 Jam Pariaman-Bandung*
(The Journey of Prahum)*

_Bagian 2 (Selesai)_

Tak sampai tiga jam berlayar diselat sunda, Pukul 15.54 WIB kami penumpang ANS 31 Royal Class aka Alika BA 7123 QU sampai di Pelabuhan Merak Banten. Tinggallah aku sendiri menduduki kursi nomor 19 dan 20 karena si Bapak yang biasanya duduk disamping telah turun duluan di Pelabuhan Merak.

Jujur, Ini pertama kali aku mencoba Transportasi jalan darat dari Pariaman ke Bandung yang jaraknya sekitar 1.477 km selama 36 jam perjalanan, yang membuat aku kapok seribu kali karena dari semalam muntah ditoilet bagian belakang BUS ANS 31 Royal Class aka Alika BA 7123 QU. Entah karena masuk angin akibat Bus Full AC atau memang kondisi badan kurang fit. Allah Maha Mengetahui Atas Segala Sesuatu. Tapi paling tidak aku sudah mencoba Transportasi jalan darat dari Pariaman ke Bandung selama 36 Jam Perjalanan.

Sabtu (06/11/2021) pukul 20.39 WIB ANS 31 Royal Class aka Alika BA 7123 QU sampai di Terminal Kampung Rambutan Kecamatan Ciracas Kota Jakarta Timur DKI Jakarta. Semua penumpang disuruh turun, “Penumpang tujuan Bandung silahkan pindah ke Mobil ANS disebelah,” ujar Sopir ANS 31 Royal Class aka Alika BA 7123 QU.

Akupun dengan langkah gontai turun dan pindah sambil membawa Tas dipunggung yang berisi Laptop simerah maron Merk Toshiba Type Satelite L745 dengan Bios InsydeH20 Version 03.60.451.40, Processor Intel(R) Core(TM) i3-2310M CPU @2.10GHz(4CPUs), ~2.1GGz, Memory 2048MB RAM, 3436MB used, 848MB available aset negara inventaris kantor yang layaknya untuk dimusiumkan. Ditambah 1 Tas jinjing semi koper travel bag yang berisi 5 stel pakaian untuk lima hari yang disiapkan istri tercinta.

Langsung disambut oleh petugas awak BUS ASN yang mengarahkan untuk tetap Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga jarak (3M). Dengan ramah, ditanya kota tujuan dan apakah sudah melengkapi administrasi perjalan.

Begitu pindah Bus, suasana berbeda dari ANS 31 Royal Class aka Alika BA 7123 QU, langsung terasa karena sepertinya ini BUS lebih tua dari ANS 31 Royal Class aka Alika. Aku pun duduk di kursi paling depan dibelakang sopir sembari meletakkan semua barang bawaan.

“Adek turun dimana?” tanya seorang Ibu yang menggendong anaknya.
“Aku turun di Bandung mbak,” jawabku singkat.
“Udah pernah ke Bandung sebelumnya?” tanyanya lagi.

Aku menggelangkan kepala, pertanda belum karena ini yang pertama untuk mengikuti Workshop Pengembangan Profesi Jabatan Pranata Humas yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Kominfo RI. Adapun pesertanya terdiri dari 42 orang Pranata Humas se Indonesia yang dilaksanakan di Puteri Hotel Lembang Bandung Jawa Barat, dari tanggal 8 s.d 10 November 2021.

Setelah lama kami mengobrol, ternyata uni ini masih urang awak (panggilan Mbak/kakak di Minangkabau) yang telah lama berdomisili Bumi Pasundan di Kota Bandung. Namanya Uni Jeleva kampung Asli di Batu Basa Sungai Geringging bersuamikan Putra Tandikek Mudiak Padang Kabupaten Padang Pariaman. Tandikek sendiri hanya berjarak lebih kurang 10 km dari kampung halamanku di kaki Bukit Leter W Korong Matur Nagari Sikucua Timur Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Untuk ukuran diperantauan kami masih dibilang sekampung(badunsanak).

Ahad dini hari Bus ANS dari Terminal Kampung Rambutan (07/11/2021) pukul 00.30 WIB sampai di Kota Bandung, aku minta tolong sama uni Jeleva yang dijemput oleh suaminya mengantarkan ke Hotel Terdekat untuk Istirahat. Aku menginap di Grand Asrilia Hotel dan Convention yang berlokasi di Jalan Pelajar Pejuang 45 Nomor 123 Buah Batu Bandung.

Tempat penginapan ini sengaja direkomendasikan oleh suami uni Jeleva karena pemiliknya adalah Urang Awak pengusaha asal Sumatera Barat Kabupaten Solok. Namanya Asril Das kelahiran Koto Baru Solok 10 Oktober 1954. Benar kata pepatah “kalau jodoh tak kan kemana,” walaupun jauh di Negeri seberang rasa bersaudara urang Minangkabau tetap terjalin. Malahan konon katanya semakin jauh merantau, semakin akrab. Wallahu a’lam.

36 Jam dari Pariaman menuju Bandung meninggalkan kenangan berharga buatku yang hanya seorang buruh berita pemula dari lembaga Kementerian Agama.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here