Ada Apa Dibalik Pendekatan Hubungan Hamas-Iran?

1014

Moslemtoday.com : Ada Apa Dibalik Pendekatan Hubungan Hamas-Iran? Salah satu alasan mengapa Hamas berusaha memperbaiki hubungan dengan Iran adalah karena kekurangan uang. Keputusan Hamas untuk mendukung oposisi Suriah pada tahun 2012 menyebabkan terhentinya aliran dana yang datang dari Teheran untuk Hamas.

Di samping itu, hancurnya terowongan ke Sinai dan blokade yang diberlakukan oleh Israel di Jalur Gaza menyebabkan krisis keuangan terparah di wilayah tersebut. Akibatnya, kemarahan publik semakin meningkat dan Hamas berusaha keras mencari sumber pendanaan alternatif.

Sejak pemulihan kembali hubungan Hamas-Iran pada pertengahan 2017, telah ada pembicaraan yang meningkat bahwa Iran akan melanjutkan dukungan keuangannya untuk Hamas. Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman mengungkapkan bahwa sebagian besar dana diinvestasikan $ 260 juta pada tahun 2017 dalam membuat terowongan dan senjata untuk Hamas berasal dari Teheran.

Namun Iran, bagaimanapun juga sedang menghadapi krisis keuangan sejak mata uangnya menderita di bawah tingkat inflasi yang tinggi, penarikan investor internasional sebagai akibat dari sanksi AS dan penjualan minyaknya berpotensi ambruk dalam beberapa bulan terakhir.

Pada saat yang sama, Teheran juga memberikan dukungan finansial yang besar terhadap sekutunya di Libanon dan Irak dan mengobarkan perang yang mahal di Suriah. Akibatnya, Iran juga menghadapi gelombang kemarahan publik yang meningkat yang dapat mengancam stabilitas domestik. Apa pun dukungan finansial yang dapat diberikannya kepada Hamas akan terbatas.

Selain pendanaan, Hamas juga melihat pergerakannya semakin terisolasi dan hubungannya yang buruk dengan tetangga Arabnya. Iran juga menemukan dirinya di bawah isolasi internasional yang semakin meningkat setelah poros Saudi-Israel-AS meningkatkan tekanan terhadap Teheran secara regional dan internasional.

Setelah pamornya yang semakin melemah di dunia Arab, Iran melihat peluang dekatnya dengan Hamas sebagai bagian dari manajemen krisis Iran dan upaya untuk meningkatkan citranya kembali di dunia Arab dan Islam dengan menekankan kembali komitmennya pada Palestina.

Meskipun Hamas dan Iran merasa sudah waktunya untuk memperbaiki hubungan, Namun ada sejumlah hambatan yang dapat membatasi pendekatan mereka.

Pertama, rezim Suriah menentang Hamas bergabung kembali dengan Iran meskipun Hamas telah menyatakan minat yang tulus dalam memperbaiki hubungannya dengan Damaskus dan Teheran. Upaya oleh Iran dan Hezbollah untuk mendamaikan Hamas-Damaskus belum membuat banyak kemajuan.

Kedua, Hamas tidak dapat melangkah terlalu jauh ke depan, karena berisiko kehilangan dukungan di negara-negara Arab. Pengaruh Iran terus dirasakan sangat negatif di dunia Arab, yang secara teratur mendapat kecaman dari Liga Arab karena Iran terus menebarkan gangguan keamanan dan sekterian di tengah negara-negara Arab. Keadaan ini menahan para pejabat Hamas untuk terlibat secara langsung untuk berpelukan kembali dengan Iran.

Ketiga, Israel, yang telah meningkatkan retorikanya terhadap Hamas dan mengancam aksi militer di Gaza. Mengingat kedudukan internasional mereka yang lemah, para pejabat Hamas khawatir tentang label “organisasi teroris” yang telah dilontarkan Israel di kalangan pembuat keputusan internasional. Keterlibatan terbuka dengan Iran dapat meningkatkan argumen Israel terhadap Hamas sebagai organisasi teroris.

Keempat, Mesir juga tidak terlalu senang dengan Hamas yang kembali ke pelukan Iran. Pada sejumlah kesempatan, Mesir mencegah pejabat Hamas melakukan perjalanan ke Iran melalui Kairo. Mesir ingin menjaga Gaza sebagai basis diplomatik eksklusifnya. Oleh karena itu, sangat sensitif terhadap pihak lain yang mencoba untuk terlibat di Gaza, dan terutama Iran, yang meningkatkan pengaruh di sejumlah ibukota Arab karena khawatir dengan rezim Mesir.

Terlepas dari semua tantangan ini, sepertinya Hamas tidak akan menghentikan upayanya untuk memperbaiki hubungan dengan Iran. Dinamika regional saat ini dan meningkatnya polarisasi membuat upaya-upaya ini menjadi lebih mendesak. Dan karena tekanan dari aktor regional dan internasional pada Hamas dan Iran terus berdatangan, kedekatan antara keduanya cenderung meningkat. (DH/MTD)

* Disadur dari tulisan : Dr Adnan Abu Amer (Kepala Departemen Ilmu Politik Universitas Ummah di Gaza).

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here