Al Irsyad dan PULDAPII Sukses Gelar Tabligh Akbar Syaikh Ali Hasan di Jakarta

1294

Moslemtoday.com : Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad dan Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) sukses menyelenggarakan tabligh akbar di Masjid Islamic Center Jakarta Utara pada Ahad (16/7/2017). Acara yang dimulai pukul 13.00 wib ini diisi oleh ulama asal Yordania, Syaikh Ali Hasan Al Halabi.

Tabligh akbar yang dihadiri dua ribu orang ini mengangkat tema “Perbedaan Antara Ahlussunnah Wal Jamaah dengan Jamaah Takfir”. Acara ini disiarkan langsung oleh TV Rodja dan beberapa stasiun TV lainnya seperti Wesal TV, Surau TV dan Ahsan TV yang merupakan anggota dari Asosiasi Radio dan TV Islam Indonesia (ARTVISI).

Hadir sebagai pembawa acara tabligh akbar ini adalah pengisi tetap radio dan TV Rodja, Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, sedangkan penerjemah adalah Ustadz Nafi’ Zainuddin.

Dalam pemaparannya, Syaikh Ali Hasan menjelaskan perbedaan keyakinan antara akidah Ahlussunnah Wal Jamaah dengan akidah kelompok takfir. Menurut murid Syaikh Al Albani ini, jamaah takfir sering mencela ulama Ahlussunnah, menganggap para ulama sebagai antek penguasa, dan mereka menghalalkan bom bunuh diri.

“Mereka menghalalkan bom bunuh diri, padahal bunuh diri jelas diharamkan syariat Islam. Mereka mengkafirkan kaum muslimin, dan menghina ulama sebagai antek-antek penguasa,” kata Syaikh Ali.

Kelompok takfir atau khowarij juga sering menuduh ulama Ahlussunnah dengan Murji’ah. “Padahal tidak ada bukti sama sekali,” papar Syaikh Ali.

Pada sesi tanya jawab, ada jamaah yang bertanya tentang perbedaan Khowarij dengan Murji’ah. Menurut Syaikh Ali, dua kelompok ini sama-sama sesat.

“Khowarij di ekstrim kanan, sedangkan Murji’ah ada di ekstrim kiri,” terang Syaikh Ali.

Orang Khowarij, lanjut Syaikh Ali, menganggap kafir terhadap pelaku dosa besar. Sedangkan Murji’ah meyakini bahwa iman tidak bertambah dan tidak berkurang.

Menurut Syaikh Ali, jamaah takfir sering menyebut ulama Ahlussunnah dengan Murji’ah. Padahal ketika ditanyakan kepada mereka, apa itu Murjiah, mereka tidak tahu.

“Seperti yang pernah terjadi pada Syaikh Al Albani. Beliau menanyakan apa itu Murjiah, tapi mereka tidak mengerti apa itu Murjiah,” pungkas Syaikh Ali. (BMS/MTD)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here