Amerika Serikat Ancam Hakim Pengadilan Pidana Internasional dengan Sanksi

716
Amerika Serikat Ancam Hakim Pengadilan Pidana Internasional dengan Sanksi

Moslemtoday.com : Amerika Serikat mengatakan akan mengambil sikap agresif terhadap Pengadilan Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) dan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap hakim-hakim ICC jika mereka melanjutkan penyelidikan dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Afghanistan.

“Amerika Serikat akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melindungi warga negaranya dan orang-orang dari sekutu kita dari penuntutan yang tidak adil oleh pengadilan yang tidak sah ini,” kata John Bolton, Penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump dalam pertemuan Federalist Society, sebuah kelompok konservatif, di Washington, seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin, (10/8/2018).

Pada 2016 lalu, ICC mengatakan bahwa pasukan bersenjata AS dan CIA telah melakukan kejahatan perang dengan menyiksa para tahanan di Afganistan.

ICC didirikan pada tahun 2002 dan bermarkas di Den Haag, Belanda. ICC merupakan pengadilan permanen pertama di dunia yang dibentuk untuk mengadili kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan genosida.

Lebih dari 120 negara di seluruh dunia adalah anggotanya, tetapi negara adidaya termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Cina tidak ikut mendaftar menjadi anggotanya.

“Kami tidak akan bekerja sama dengan ICC. Kami tidak akan memberikan bantuan kepada ICC. Kami tidak akan bergabung dengan ICC. Kami akan membiarkan ICC mati dengan sendirinya. Lagi pula, untuk semua maksud dan tujuan, ICC tidak ada artinya bagi kami,” kata John Bolton.

John Bolton juga mengumumkan rencana penutupan kantor Pembebasan Palestina (PLO) di Washington terkait dengan upaya Palestina yang mengajukan Israel untuk diselidiki oleh ICC atas kejahatan terhadap kemanusiaan. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com 

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here