Antara Ahlussunnah dan UU Terorisme yang Baru

1420

Moslemtoday.com : Setelah melalui proses perdebatan panjang, DPR RI akhirnya mengesahkan UU Terorisme yang baru. DPR RI secara resmi mengesahkan Revisi Undang-undang (RUU) No. 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-undang. Undang-undang Antiterorisme disahkan pada rapat paripurna DPR RI pada Jumat kemarin, (25/5/2018).

Yang menarik dari UU Terorisme yang baru ini adalah penegasan dari defenisi terorisme itu sendiri. Advokat Sukpandir, yang dikenal sebagai pengacara Yayasan-yayasan Sunnah di Indonesia menjelaskan bahwa defenisi terorisme dalam UU tersebut mencantumkan motif politik dan ideologi.

“Yang patut diacungi jempol dalam UU Terbaru Terorisme adalah pencantuman motif Politik dan Ideologi. Ahlussunnah TIDAK PUNYA motif Politik dan Ideologi untuk merongrong negara apalagi terhadap Penguasa yang sedang berkuasa,” ungkap Advokat Sukpandiar, melalui Fanspage Kantor Hukum Sukpandir, SH dan Rekan, Sabtu, (26/5/2018).

Advokat Sukpandir menjelaskan bahwa Ahlussunnah mempunyai cara yang elegan dalam menasehati penguasa dan dengan cara yang tak bertentangan dengan hukum negara dan sesuai dengan syariat Islam.

Dengan demikian, Ahlussunnah sama sekali tidak ada kaitannya dengan terorisme. Bahkan Ahlussunnah sangat mengecam keras berbagai macam dan bentuk aksi terorisme, radikalisme dan ekstremisme.

Berikut Defisini terorisme yang baru,“Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif politik, ideologi, atau gangguan keamanan.” (DH/MTD)

Sumber : Kantor Hukum Sukpandiar,S.H. dan Rekan

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here