Antara Erdogan dan Gelar Salahuddin Baru, Bangkitnya Neo-Ottomanisme?

173

Moslemtoday.com : Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disebut-sebut pantas menyandang gelar “The New Saladin” di abad ke-21. Setelah berhasil mengembalikan status Hagia Sophia menjadi Masjid, target Erdogan selanjutnya adalah merebut kembali Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina yang saat ini dikuasai oleh Zionis Israel.

Konversi Hagia Sophia kembali menjadi masjid dinilai sebagai sebuah langkah yang spektakuler. Beberapa orang melihat perubahan status tersebut sebagai penistaan terhadap warisan dunia atas karya seni dan arsitekturnya yang luar biasa. Namun bagi Erdogan, perubahan status itu merupakan kebangkitan dan pertanda untuk pembebasan berikutnya atas Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Saat memproklamasikan misi ini, Erdogan menggunakan istilah dalam bahasa Turki “Mescid-i Aksa”, yang dalam bahasa Arab disebut “Al-Masjid Al-Aqsa”. Retorika ini dimaksudkan tidak hanya untuk menyadarkan umat Islam bahwa Masjid Al-Aqsa di Yerusalem adalah tempat tersuci ketiga dalam Islam tetapi bagian dari kampanye Muslim global untuk menjaga situs tersebut dari kendali Israel.

Kampanye untuk “Membebaskan Al-Aqsa”

Kelompok Islamis Turki telah bergabung dengan kampanye tersebut bertahun-tahun yang lalu dan diyakinkan dengan dukungan dari negara dan lembaga yang dekat dengannya. Fakta bahwa seruan untuk “Membebaskan Al-Aqsa” yang telah lama terdengar di kalangan seperti itu juga disuarakan oleh kepala negara Turki sendiri, telah meningkatkan misi tersebut menjadi ideologi resmi negara Turki.

Seruan Erdogan tentang Al-Aqsa disebarkan melalui semua saluran yang memungkinkan. Pada hari penobatan kembali Hagia Sophia sebagai Masjid, kata-kata itu terpampang di poster yang dipasang di berbagai kota oleh organisasi Turkish Youth Foundation yang memiliki hubungan dekat dengan negara yang dipimpin oleh putra Erdogan, Necmettin Bilal Erdogan.

Kampanye ini juga didukung oleh Ali Erbaş, kepala otoritas keagamaan Diyanet Turki sejak September 2017. Erbaş dengan mencolok memposting di halaman Twitter dan Facebook-nya foto Masjid Al-Aqsa yang diambil dari arah timur. Perspektif ini konsisten dengan penolakan kaum Islamis terhadap klaim Yahudi atas kompleks suci tersebut.

Pendahulu Erbaş, Mehmet Gormez, juga mendukung Al-Aqsa dan pernah tampil spektakuler di Yerusalem untuk menyatakan klaim ini. Pada Mei 2015, Görmez menyampaikan khotbah yang penuh semangat dalam bahasa Arab di Masjid Al-Aqsa, yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Turki Diyanet-TV dan dirayakan sebagai “hari bersejarah”. Gormez memuji Palestina untuk perang suci dalam mempertahankan Masjid Al-Aqsa yang diberkati dan mengimbau umat Islam di seluruh dunia untuk mendukung Palestina.

Analogi Salahuddin Tersebar Luas di Kalangan Pendukung AKP

Kampanye Al-Aqsa oleh Turki berfungsi untuk menyebarkan Neo-Ottomanisme yang dicita-citakan Erdogan. Asosiasi “Mirasimiz” (Warisan Ottoman) yang berbasis di Istanbul berupaya untuk melindungi dan melestarikan warisan Ottoman di dan sekitar Yerusalem. Mirasimiz melihat restorasi bangunan suci yang berasal dari era Ottoman, yang didukung asosiasi secara finansial dan logistik bekerja sama dengan Badan Kerjasama dan Koordinasi Turki, sebagai perlawanan budaya terhadap pendudukan Israel dan “Yahudisasi” di Yerusalem.

Jurnal asosiasi, Minber-i Aksa berulang kali menarik perhatian pada warisan Ottoman di Palestina sebagai pembangun dan penjaga tempat-tempat suci. Bangunan-bangunan kecil peninggalan Ottoman di sana sering kali dimuat dalam jurnal. Minber-i Aksa melaporkan secara rinci tentang pekerjaan restorasi yang dilakukan di Masjid Al-Aqsa, dengan fokus khusus pada upaya yang dilakukan dari tahun 1922 hingga 1925 oleh Mimar Kemaleddin, seorang ahli arsitek dari Turki.

Selama tiga tahun terakhir ini, “Minber-i Aqsa” telah mencoba merekrut para sarjana dari sebanyak mungkin negara Islam untuk kampanye Turki. Pada konferensi internasional tentang masalah ini di Istanbul pada musim panas 2018, yang dihadiri 400 peserta, Mufti kota, Hasan Kamil Yilmaz mengkampanyekan visi Shalahuddin baru yang akan segera berangkat untuk membebaskan Kota Yerusalem yang dirampas oleh Zionis Yahudi. (DH/MTD)

Disadur dari tulisan : Joseph Croitoru, Erdogan: The New Saladin

Sumber : Qantara.de | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here