Apakah Ada Perayaan Natal di Arab Saudi?

231

Moslemtoday.com : Pertanyaaan ini banyak menarik netizen “pemerhati” kehidupan sosial dan politik Kerajaan Arab Saudi. Bagi yang pernah atau sedang bermukim di Arab Saudi sebenarnya sangat mudah menjawabnya: “tidak ada.”

Tetapi mengapa ada satu media besar berbasis di Riyadh menulis seakan-akan ada perayaan Natal secara terbuka dan masif di Arab Saudi? Jawabannya mudah juga, karena media tersebut sedang menggiring opini (opinion news), bukan fakta yang diberitakan.

Sebagai contoh salah satu paragrafnya:

“Nowadays, festive gifts and decorations can be found easily in many of the Kingdom’s markets and malls, with Christmas trees in the capital Riyadh, snowmen in Jeddah, and even Santa Claus putting in an appearance in Al-Khobar.”

Benarkah? Ini framing, padahal toko bunga, hadiah, dekorasi banyak dan mudah didapati di berbagai lokasi di kota Arab Saudi. Bukan hanya di pasar dan mall, bahkan di sepanjang jalan di area tertentu, seperti berdekatan dengan rumah sakit. Sebagian rumah sakit pun membuka outletnya dalam satu gedung, selain kedai kopi (cafe).

Untuk apa? Warga di Saudi biasa membeli rangkaian bunga, hadiah atau dekorasi lainnya sebagai hadiah untuk orang sakit yang dijenguk atau ziarah ke kerabat yang baru melahirkan. Selain itu juga untuk meramaikan pesta pernikahan atau kelulusan sekolah.

Tapi apakah dikhususkan hanya untuk menjelang perayaan Natal? Jelas tidak, karena toko pernak-pernik yang diframing khas natal tersebut, buka sepanjang waktu.

Aturan Christmas trees juga jelas, tidak diperbolehkan diperjualbelikan dan diimpor untuk masuk ke Arab Saudi. Sejak bulan November lalu, Otoritas Zakat, Pajak dan Bea Cukai Arab Saudi sudah mengingatkan kembali atas larangan ini. (Info terkait klik: LINK INI).

Snowmen atau patung-patung yang terbuat dari salju, bukan monopoli memperingati Natal dan tidak hanya di jeddah, tetapi ada di banyak kota-kota Arab Saudi. Tetapi apakah itu identik dan harus untuk Natal?

Tidak harus, tetapi itu mainan ketika ada salju, dibuat saat salju menyelimuti tanah. Bahkan hingga bulan Februari pun salju di Tabuk dan lain tempat di Saudi akan turun dan orang-orang membuat mainan seperti snowmen tersebut.

Santa Claus? Foto-foto yang ditampilkan arabnews adalah file lawas di lingkungan tertutup, di komplek perumahan ekspatriat yang rata-rata non muslim.

Maka justru menarik, sepertinya dulu lebih longgar atau memang tidak pernah diekspos alias foto-foto tersebut koleksi pribadi.

Tetapi kenapa tiba-tiba dikaitkan seakan-akan terjadi baru-baru ini, sebagai “reflecting both the growing culture of religious tolerance and the speed and scope of the social transformation underway in the Kingdom?” Bukannya itu sudah jadul sebelum MBS?

Aturan di compound sebagaimana sudah dimaklumi, seperti di dalam rumah pribadi masing-masing. Jadi penghuninya bebas mengekspresikan apa saja, karena tanggung jawab bukan pada pemerintah, tetapi pemilik masing-masing rumah atau pengelolah compound tersebut.

Dan perlu diketahui, tidak ada satupun berita lokal Saudi meliput atau menulis tulisan buruk full framing seperti arabnews, tentang natal dan tema-tema yang biasa disebut sebagai “harakah tasywiyah.”

Di samping itu, di saat negara-negara tetangga Arab Saudi mengumumkan libur nasional sebagai long weekend karena memperingati Natal, Kerajaan Arab Saudi tetap normal seperti libur pekanan, tidak ada beda hari Natal atau tidak.

Peraturan dan tradisi budaya tetaplah seperti itu, tetapi pelanggaran dan penyelewengan juga tidak akan redup selama setan belum mati.[]

Sumber : Saudinesia.id, Arabnews.com | Weblink : https://saudinesia.id/review/membaca-media-arabnews-apakah-ada-perayaan-natal-di-arab-saudi/

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here