Apakah Facebook Netral dalam Konflik Israel-Palestina?

502

Moslemtoday.com : Facebook mungkin telah menyerah pada kekuatan Israel dan mengambil sikap mendukung pendudukan Israel atas Palestina.

“Israel tidak menginginkan cerita Palestina tentang pelanggaran terhadap mereka di wilayah pendudukan dapat menjangkau khalayak ramai di seluruh dunia,” ungkap Musa Rimawi, Direktur MADA, Pusat Pengembangan dan Kebebasan Media Palestina.

Pernyataan tersebut menyusul keputusan Facebook untuk menonaktifkan beberapa akun Palestina dengan alasan bahwa mereka telah melanggar standar dan kebijakan facebook.

Empat editor dari Shehab News Agency, yang memiliki lebih dari 6,3 juta orang menyukai di Facebook, dan tiga eksekutif dari Quds News Network yang memiliki 5,1 juta orang menyukai, melaporkan bahwa mereka tidak dapat mengakses akun pribadi mereka karena telah diblokir Facebook. Kedua lembaga tersebut meliput berita harian di wilayah Palestina.

Editor di kantor berita Shehab News yang berbasis di Gaza mengatakan bahwa langkah tersebut tidak mengejutkan. “Ini adalah keempat kalinya dalam setahun bahwa mereka telah diblokir di media sosial,” kata Rimah Mubarak, direktur kantor berita Shehab.

“Sebelumnya, kami mengalami halaman yang diskors, satu kali diskors sebagian dan kembali online setelah seminggu, dua kali suspensi lainnya bersifat permanen, jadi kami harus membuat halaman baru,” kata Mubarak kepada Al Jazeera.

“Kami sering menghubungi Facebook berkali-kali tapi mereka tidak pernah menjawabnya. Hal yang sama juga terjadi pada banyak halaman dan kantor berita lainnya di Gaza,” tambahnya.

Facebook kemudian mengatakan bahwa mereka telah membuat “kesalahan” dan memulihkan semua halaman kecuali salah satu akun editor di biro Shehab.

“Kami ingin orang merasa aman saat menggunakan Facebook, dan karena alasan itu, kami telah mengembangkan seperangkat standar komunitas yang membuatnya jelas bahwa tidak ada tempat bagi teroris atau konten yang mempromosikan terorisme di Facebook,” ungkap Facebook melalui juru bicara media sosial raksasa tersebut mengatakan kepada Al Jazeera dalam sebuah pernyataan.

Aktivis Palestina mengatakan bahwa penangguhan akun tersebut merupakan hasil dari permintaan Israel untuk menekan Facebook agar menyensor konten Palestina.

“Perhatiannya adalah bahwa Facebook mengadopsi kebijakan dan terminologi Israel ketika harus menentukan apa itu hasutan,” ungkap Nadim Nashif, salah satu pendiri 7amleh, Pusat Arab untuk Kemajuan Media Sosial, mengatakan kepada Al Jazeera.

Kaum muda Palestina secara vokal mengekspresikan pandangan mereka secara online dan akhirnya mereka ditangkap karena itu. Sejak awal Oktober 2015, kelompok pendukung Addameer telah mendokumentasikan lebih dari 200 kasus penangkapan orang-orang Palestina, termasuk anak-anak, karena dugaan hasutan.

Warga Palestina mengatakan bahwa penangguhan suspensi Facebook adalah hasil kesepakatan antara raksasa media sosial dan pemerintah Israel. Aktivis kemudian menggunakan twitter untuk memprotes langkah tersebut dan menyerukan pemboikotan terhadap Facebook “untuk memprotes kesepakatan penyensoran antara Facebook dan pemerintah Israel”.

Awal bulan ini, sebuah delegasi Facebook bertemu dengan Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked dan Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan untuk “memperbaiki kerja sama melawan hasutan untuk teror dan pembunuhan”, kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri.

Beberapa laporan pers Israel menyarankan Facebook dan pemerintah Israel akan membentuk “tim gabungan” untuk melawan hasutan online, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan. Kantor Gilad Erdan tidak menanggapi permintaan Al Jazeera untuk menjelaskan lebih jauh.

“Facebook memang tahu bagaimana cara melawan apa yang dipahami sebagai undang-undang bermasalah,” kata Tehilla Shwartz Altshuler, kepala Program Era Digital di Institut Demokrasi Israel, Pertanyaannya adalah bagaimanapun juga inilah yang ingin dicapai pemerintah Israel.

Jaringan sosial tersebut mendapat tekanan dari keluarga korban serangan Israel dan Amerika yang saat ini menggugat Facebook sebesar $ 1 miliar, dalam upaya yang dipimpin oleh organisasi advokasi hukum Shurat HaDin.

Israel mengajukan 158 permintaan untuk Facebook selama beberapa bulan terakhir untuk menghapus apa yang dianggap Israel sebagai “konten kebencian”, dan Facebook memenuhi 95 persen dari permintaan tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here