Apakah Israel Saat Ini Memberlakukan Politik Apartheid?

99

Moslemtoday.com : Sebuah langkah baru-baru ini oleh walikota Israel untuk melarang warga Arab Palestina memasuki arena publik telah mendorong banyak orang untuk bertanya apakah Israel saat ini telah memberlakukan apa yang disebut dengan “politik apartheid”?

Israel secara definisi adalah negara apartheid dan sudah ada sejak didirikan. Tentang hal itu tidak perlu dipertanyakan lagi. Ini bukan hanya analogi atau masalah pendapat. Bahwa Israel adalah negara apartheid adalah fakta yang tidak terbantahkan di bawah definisi hukum formal PBB tentang apartheid. Meskipun istilah apartheid berasal dari Afrika Selatan yang berarti “memisahkan”, Konvensi PBB tentang Penindasan dan Hukuman Kejahatan Apartheid tidak membatasi definisinya hanya berlaku di Afrika Selatan.

Di antara contoh-contoh lain, definisi tersebut menetapkan “tindakan apa pun termasuk tindakan legislatif, yang dirancang untuk membagi penduduk di sepanjang garis batas ras.” Israel memiliki sistem hukum yang sepenuhnya hanya berlaku untuk warga negara Yahudi dan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza yang hidup di bawah pendudukan militernya.

Ini adalah sistem hukum apartheid. Para pemukim Yahudi di Tepi Barat berhak atas hak hukum penuh di bawah hukum sipil Israel, tetapi orang-orang Palestina menjadi sasaran hukuman penjara sewenang-wenang, penyiksaan atau bahkan kematian.

Sebuah laporan penting PBB pada 2017 menemukan “tanpa keraguan bahwa Israel bersalah atas kebijakan dan praktik yang merupakan kejahatan apartheid” sebagaimana didefinisikan dalam hukum internasional. Laporan itu, bagaimanapun, telah dihapus dari situs web PBB dan seorang pejabat senior dipaksa untuk mengundurkan diri setelah tekanan dari pemerintahan Trump dan dari Israel.

Di Palestina Expo di London awal bulan ini, cucu Nelson Mandela Nkosi Zwelivelile Mandela mengatakan bahwa Israel “adalah bentuk apartheid terburuk yang pernah kita saksikan.” Dengan kata lain, Israel tidak mempraktikkan ekspresi apartheid yang lebih terbuka, seperti yang ditemukan di Afrika Selatan dan Amerika Serikat di era Jim Crow di selatan. Hal-hal seperti ruang tunggu dan kamar mandi ditandai “Khusus kulit hitam” dan “Hanya kulit putih”, dan membuat orang kulit hitam duduk di belakang bus. Dengan kata lain, diberlakukan segregasi rasial di tingkat paling mikro.

Bagaimanapun, rezim pendudukan militer Israel di Tepi Barat biasanya, pada kenyataannya, menegakkan sistem jalan yang terpisah; jalan yang bagus dilarang untuk digunakan warga Palestina. Ada juga bus-bus Israel yang dilarang digunakan oleh warga Palestina di Tepi Barat.

Di “Lembaga Pendidikan Israel” juga selalu ada pemisahan di sepanjang garis etnis. Sistem sekolah Israel selalu dibagi antara sekolah-sekolah Arab dan sekolah-sekolah Yahudi. Baru-baru ini, dilaporkan bahwa beberapa rumah sakit Israel mengaku memisahkan bayi-bayi Yahudi yang baru lahir dari bayi-bayi Arab yang baru lahir, mengklaim bahwa hal ini dilakukan atas permintaan para ibu mereka.

Jadi, apakah Israel telah memberlakukan politik apartheid? atau sudah menjadi negara apartheid di abad ini?? Jawabannya sudah jelas bahwa Israel adalah negara apartheid yang bertentangan dengan hukum-hukum internasional dan konvensi PBB.

Sumber : Middle East Monitor | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here