Apakah Negara-negara Amerika Latin Telah Melupakan Palestina?

937

Moslemtoday.com : “Tuhan memberkati Guatemala,” ungkap PM Israel Benjamin Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden Guatemala Jimmy Morales dengan kata-kata ini pada malam Natal yang lalu, karena keputusan Guatemala untuk memindahkan kedutaan negaranya di Israel dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Keputusan Morales mengejutkan banyak orang di seluruh dunia. Namun, Guatemala bukanlah satu-satunya negara di Amerika Latin yang mencoba untuk menyenangkan Netanyahu dan Trump mengenai Palestina.

Hanya beberapa hari sebelum pengumuman kedutaan Guatemala, beberapa negara Amerika Latin dan Karibia memilih abstain dalam pemungutan suara di Majelis Umum PBB. Negara-negara tersebut seperti : Argentina, Meksiko, Kolombia, Jamaika, Paraguay, Panama.

Pergeseran sikap Amerika Latin terhadap Palestina merupakan simbol pengaruh Israel yang kuat di wilayah ini. Sebelumnya, perjuangan rakyat Palestina telah mendapat banyak dukungan dari negara Amerika Latin.

Pada akhir 2010 – awal 2011, Brasil, Argentina , Bolivia, Cile dan Ekuador bergabung dengan Kuba, Venezuela, Nikaragua dan Kosta Rika secara resmi mengakui negara Palestina. Mereka juga mendukung keanggotaan Palestina di UNESCO akhir tahun itu.

Saat itu, Amerika Latin menjadi sekutu sejati Palestina, di bawah pemimpin sayap kiri yang anti Amerika Serikat, seperti : Hugo Chavez, Rafael Correa, Cristina Fernandez de Kirchner, Lula da Silva dan Dilma Rousseff.

Tapi banyak yang telah berubah sejak Sejak Hugo Chavez meninggal pada tahun 2013, Lula dan Rousseff dipecat dari jabatannya, Correa melepaskan diri dari kekuasaan, dan Kirchner dan mantan pemerintahannya mendapat tuduhan pengkhianatan.

Aliansi yang tersisa dari Aliansi Bolivarian untuk Masyarakat Amerika Latin (ALBA), di mana Venezuela, Nikaragua, Bolivia, Ekuador dan Kuba adalah perwakilan utama, yang masih dengan keras mengkritik politik AS di Timur Tengah, namun hanya memiliki resonansi terbatas di wilayah ini.

Amerika Latin secara bertahap beralih ke kanan dan menjadi pendukung kebijakan Washington, dan ini telah mempengaruhi hubungan wilayah ini dengan negara-negara lain di dunia. Pergeseran sayap kanan di wilayah tersebut mengakhiri era hubungan luar negeri yang independen dan mengubah Amerika Latin menjadi taman bermainnya Amerika Serikat.

Beberapa negara Amerika Latin yang mengakui Palestina sebagai negara pada tahun 2008-2013, seperti : Republik Dominika, Paraguay, Argentina, dan Haiti, memilih untuk abstain dalam sesi pemungutan suara untuk mendukung Palestina desember lalu. (Klik disini)

Negara lain yang mendukung Palestina pada tahun yang sama, yaitu : Guatemala dan Honduras, memilih untuk mendukung Israel. Pertimbangan domestik dan kebutuhan akan dukungan berkelanjutan dari AS memotivasi keputusan ini.

Kedua negara menerima ratusan juta dolar dari AS untuk bantuan bagi kedua negara tersebut. Mereka tidak ingin kehilangan uang ini dengan sia-sia. Dan kepemimpinan politik di kedua negara baru-baru ini mengalami krisis politik yang parah dimana mereka sangat membutuhkan dukungan AS.

Meksiko, sebuah negara yang secara historis selalu mendukung Palestina, juga mengubah pendiriannya dalam masalah ini, dan memilih untuk abstain dalam pemilihan PBB. Menurut duta besar Israel di Meksiko, Jonathan Peled, Meksiko memilih dengan Israel melawan beberapa resolusi pro-Palestina pada tahun lalu, sebagai hasil dari permintaan spesifik pemerintah Israel kepada pihak berwenang Meksiko.

Selama kunjungan Netanyahu ke Meksiko, Presiden Enrique Pena Nieto menegaskan kembali “persahabatan” antara Meksiko dan Israel dan berbicara tentang memperkuat hubungan kedua negara. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here