Apakah Sidharta Buddha Gautama juga seorang Nabi?

29003

Dalam Tafsir Al Qasimi BAB : Surat At-Tiin ayat 1, Ibnu Taimiyyah berbicara tentang Sidharta Buddha Gautama :

واستظهر بعض المعاصرين أن قوله تعالى: “والتين” يعني به شجرة (بوذا) مؤسس الديانة البوذية، التي تحرفت كثيرا عن أصلها الحقيقي; لأن تعاليم بوذا لم تكتب في زمنه وإنما رويت كالأحاديث بالروايات الشفهية، ثم كتبت بعد ذلك حينما ارتقى أتباعها.

“Dan sebagian ulama saat ini menafsirkan firman Allah yang berbunyi “والتين” yaitu sebagai pohon Buddha, pendiri agama Buddha, yang telah banyak menyimpang dari ajaran aslinya. Penyimpangan ini terjadi karena ajaran Budha tidak ditulis pada masanya, tetapi ajarannya diriwayatkan dari lisan ke lisan. Kemudian barulah dituliskan ketika para pengikutnya telah mulai banyak.

ثم قال: والراجح عندنا، بل المحقق إذا صح تفسيرنا لهذه الآية أنه كان نبيا صادقا ويسمى: (سكياموتي)، أو (جوناما)، وكان في أول أمره يأوي إلى شجرة تين عظيمة وتحتها نزل عليه الوحي، وأرسله الله رسولا، فجاءه الشيطان ليفتنه هناك فلم ينجح معه. ولهذه الشجرة شهرة كبيرة عند البوذيين، وتسمى عندهم: (التينة المقدسة)، وبلغتهم: (أجابالا).

Kemudian (Ibnu Taimiyyah) berkata : “Yang paling rajih menurut pandangan kami dan jika memang tafsir kami atas ayat ini adalah benar maka dia (Buddha) adalah seorang Nabi yang benar dan nama aslinya adalah “Sakyamuni” atau “Gautama”. Sebelum menjadi Nabi, Dia pada awalnya berlindung (duduk) di bawah pohon tin yang besar dan setelahnya turunlah wahyu kepadanya. Dan Allah mengutusnya sebagai Rasul. Lalu datanglah Syetan untuk mengujinya dan (Syetan) tidak berhasil mengganggunya. Dan pohon ini sangat terkenal oleh penganut Buddha, dan nama pohon itu disebut “At-Tiin Muqaddasah” (Pohon Suci), dan dalam bahasa mereka disebut : “Ajabala”.

(Tafsir Al-Qasimi, Surat At-Tiin ayat 1)

Wallahu a’lam.

Sumber : http://library.islamweb.net | Alih Bahasa : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here