Moslemtoday.com : Qatar memberikan tanggapan resmi atas tuntutan Arab Saudi dan Negara Teluk yang telah diserahkan kepada Kuwait, yang bertindak sebagai penengah dalam krisis ini. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Sheikh Adel al-Jubeir berharap agar Qatar menanggapi tuntutan tersebut secara positif.

“Tujuan dari kebijakan yang kami ambil terhadap Qatar adalah untuk mengubah kebijakannya yang merugikan negara-negara saudaranya di Teluk dan negara-negara lain di dunia,” kata Al-Jubeir dalam sebuah konferensi pers bersama Menlu Jerman, Sigma Gabriel, seperti dilaporkan Al Arabiya, Senin, (3/7/2017).

“Kami berharap dapat menerima tanggapan ini dan mempelajarinya dengan saksama, dan kemudian akan mengambil langkah yang tepat untuk menindaklanjutinya,” tambah Al-Jubeir.

Menteri luar negeri Saudi mengatakan bahwa pentingnya menghentikan dukungan dan pembiayaan kepada kelompok-kelompok garis keras di seluruh dunia, serta menghentikan dukungan Qatar terhadap ekstremisme melalui saluran medianya dan menhentikan campur tangan Qatar dalam urusan internal negara-negara tetangga, seperti memberikan dukungan kepada pemberontak Syi’ah di Propinsi Qathif, Arab Saudi.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah Al Jubeir menemukan perbedaan sikap dengan Jerman sejak awal krisis dengan Qatar, Al Jubeir mengatakan: “Sebenarnya sejak awal krisis kami tidak menemukan perubahan dalam sikap Jerman. Mereka berdiri bersama kami dengan prinsip yang sama, bahwa segala bentuk dukungan terhadap terorisme harus dihentikan. ”

Al-Jubeir menegaskan bahwa sebagian besar tuntutan terhadap Qatar sudah masuk dalam kesepakatan perjanjian Riyadh 2013 dan 2014 yang ditandatangani oleh Emir Qatar Sheikh Tamim Al-Thani. Namun Qatar tidak menjalankan kesepakatan tersebut sehingga blokade ini merupakan konsekwensi atas pelanggaran terhadap perjanjian tersebut. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here