Arab Saudi Luncurkan Label ‘Made in Makkah’ dan ‘Made in Madinah’ untuk Produk yang Dibuat di Makkah dan Madinah

59
Ilustrasi. Images: Google.com

Moslemtoday.com : Emir Makkah Pangeran Khaled Al-Faisal dan Emir Madinah Pangeran Faisal bin Salman meresmikan label “Made in Makkah” dan “Made in Madinah” untuk produk-produk yang dibuat di kedua kota suci tersebut. Identitas tersebut merupakan pengembangan dari program “Made in Saudi Arabia” yang diluncurkan oleh Saudi Export Development Authority (SEDA) pada awal tahun 2021.

Menteri Haji dan Umrah Dr Tawfiq Al-Rabiah mengatakan, upaya kolektif dan saling melengkapi antara semua sektor pemerintahan menjadi salah satu alasan utama keberhasilan peluncuran identitas Made in Makkah dan Made in Madinah.

“Status khusus yang melekat pada Kota Suci Makkah dan Madinah di kalangan umat Islam di seluruh belahan dunia telah menjadikan produk-produk dari dua kota suci tersebut paling favorit di kalangan mayoritas umat Islam di seluruh dunia,” ungkap Dr Tawfiq Al-Rabiah, seperti dilansir dari Saudi Gazette, Rabu, (11/1/2023).

Sementara itu, Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral dan Ketua Dewan Direksi SEDA Bandar Alkhorayef mengatakan peluncuran dua identitas “Made in Makkah” dan “Made in Madinah” akan berkontribusi untuk memperkaya pengalaman religius jamaah haji dan umroh serta meningkatkan penetrasi produk nasional ke pasar global.

“Kedua program tersebut merupakan pengembangan dari program utama “Made in Saudi Arabia”, yang bertujuan untuk menunjukkan posisi unggul Arab Saudi dari sisi produk Saudi nonmigas. Identitas industri dari produk dan jasa yang diproduksi di Makkah dan Madinah mencerminkan sejumlah standar tinggi yang harus dipenuhi. Ada lebih dari 1.600 perusahaan Saudi yang berafiliasi dengan “Made in Saudi Arabia,” termasuk hampir 20 pabrik dan perusahaan yang berafiliasi dengan program “Made in Makkah” dan “Made in Madinah,” ungkap Alkhorayef.

Alkhorayef mengatakan Makkah menampung lebih dari 2.000 pabrik yang bergerak di lebih dari 23 kegiatan industri, dengan investasi senilai lebih dari SR205 miliar riyal atau senilai Rp 850 triliun rupiah. Di samping itu, ada lebih dari 461 pabrik di lebih dari 20 kegiatan industri, dengan investasi sebesar SR120 miliar riyal atau senilai Rp 500 triliun rupiah di Madinah.

Alkhorayef  juga menegaskan bahwa Kerajaan tidak menyalahgunakan nama Makkah dan Madinah dalam memasarkan produk. Sebaliknya, tingkat kualitas produk harus dijaga dan dinaikkan dari produk biasanya untuk menjaga kesucian Kota Makkah dan Madinah.

Sumber : Saudi Gazette, Weblink : https://saudigazette.com.sa/article/628767/SAUDI-ARABIA/Made-in-Makkah-and-Made-in-Madinah-identities-launched | Redaktur : Hermanto Deli

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here