Arah Berputar bagi Imam Saat Menghadap Makmum Setelah Shalat

337

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA – Syarh Shahih Muslim : BAB – Arah Berputar bagi Imam Saat Menghadap Makmum Setelah Shalat

Imam ketika selesai shalat, dia tidak tetap menghadap terus ke kiblat. Tapi dia menghadap kiblat ukurannya sampai selesai membaca : “Astaghfirulah 3x, Allahumma antas salam wa minkassalam tabarakta ya zaljalalil wal ikram,” kemudian dia berpaling mengarahkan wajahnya lurus menghadap ke makmum, tidak serong ke kanan atau ke kiri. Cara berputarnya melalui arah mana? Apakah ke kanan atau ke kiri?

Imam Nawawi mencantumkan judulnya dalam BAB ini, “Bolehnya berputar setelah shalat itu melalui kanan atau kiri.”

Hadits dari Ibnu Mas’ud : “Janganlah sekali-kali salah seorang di antaramu membuatkan bagi setan dari dirinya bagian,” (Maksudnya apa : jangan dia biarkan dia berikan bagian dari dirinya untuk setan.)

Dimana dia mengira yakni mengatakan bahwa yang benar itu adalah dirinya. Kadang-kadang kita debat, berdiskusi, “a yang batua tu di ambo”. Di dalam kitab adab-adab menuntut ilmu karya Syaikh Utsaimin, dikatakan salah satu poinnya berlapang dada di dalam masalah khilafiyah. Ketika terjadi perbedaan kita dituntut saling untuk berlapang dada, konsep ketika kita berbeda adalah kembali kepada dalil Al-Quran dan As-Sunnah.

Kalau seandainya dua pendapat yang berbeda, yang masing-masingnya telah berpegang kepada dalil yang kuat, atau berpegang pada dalil yang sama tapi persepsi (sudut pandang) kita berbeda. Syaikh Utsaimin mengatakan bahwa kita tidak boleh mengatakan bahwa “pendapat saya yang benar, pendapat anda yang salah, dan sebaliknya.”

Sehingga yang terjadi dalam diskusi ini atau debat ini, diberikan peluang untuk setan untuk masuk t dirinya. Nabi bersabda, “Aku menjanjikan rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat kusir meskipun ia dalam kebenaran”.

Bagaimana pembahasan dalam BAB ini?

Dari Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa yang sering dilihat dari Rasulullah adalah berpaling ke kiri. Sedangkan dari Anas Bin Malik mengatakan bahwa yang sering dilihat dari Rasulullah adalah berpaling ke kanan.

Berbeda gak? Ibnu Mas’ud mengatakan ke kiri, sedangkan Anas Bin Malik mengatakan ke kanan?

Kita lihat ada imam duduknya nyerong ke kanan atau ke kiri, tidak menghadap ke makmum. Imam Bukhari di dalam shahihnya membuat BAB yaitu Imam itu menghadap ke makmum, bukan nyerong.

Imam Nawawi menjelaskan ke dua pendapat tadi, bahwa Rasulullah kadang-kadang melakukan berputar ke kiri berdasarkan riwayat Ibnu Mas’ud dan terkadang berputar ke kanan berdasarkan riwayat Anas. Imam Nawawi menjelaskan kedua sahabat tersebut masing-masing memberitahukan dengan apa yang mereka yakini bahwa itu yang terbanyak yang ia ketahui/lihat dari Rasulullah.

Hal ini menunjukkan bahwa bolehnya kedua-duanya, mau berputar ke kanan atau ke kiri, silahkan. Tidak ada cela satu di antara keduanya, tapi kedua-duanya boleh dilakukan.

Penjelasan dari Imam Nawawi ini menjadi bantahan terhadap pendapat yang beranggapan mesti salah satu di antaranya, mesti ke kanan atau mesti ke kiri. Anggapan mesti ke kanan tidak boleh ke kiri seakan-akan wajib ke kanan tidak boleh ke kiri atau sebaliknya. Maka pendapat seperti ini adalah keliru.

Hal ini mengajarkan kepada kita untuk saling menghargai pendapat, ketika pendapat itu masing-masing mempunyai dalil.

Menurut madzhab syafi’i, tidak ada cela mau berputar ke kanan atau ke kiri. Akan tetapi, dianjurkan bagi Imam berputar kemana yang dia butuhkan, jadi dikembalikan kepada kebutuhannya, terserah, sesuai dengan hajatnya. Kalau seandainya sama potensinya, maka afdhalnya berputar ke kanan. Kenapa afdhal ke kanan? Kembali kepada keumumam hadits bahwa Nabi sangat menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala sesuatu.

Jadi intinya, bagi seorang imam dia tidak tetap duduk menghadap ke kiblat. Tapi hendaklah dia menghadapkan wajahnya lurus ke makmum, cara berputarnya boleh ke kanan atau ke kiri.

Rabu, 31 Juli 2019 M | 28 Dzul Qa’dah 1440 H, 05.40 WIB (Ba’da Subuh) s.d Selesai, Masjid Al-Hakim, Jl. Gajah Mada Gg. BPKP II, Kec. Nanggalo – Kota Padang

KLIK DISINI UNTUK MENGUNDUH CATATAN KAJIAN (FILE .DOCX)

🎥 *LIVE SURAU TV*Rabu, 31 Juli 2019 M | 28 Dzul Qa'dah 1440 H, 05.40 WIB (Ba'da Subuh) s.d Selesai*Kajian Ilmiyah bersama Buya Muhamamd Elvi Syam, Lc. MA dalam pembahasan Kitab Shahih Muslim : BAB – Shalat Jamak & Qashar*Langsung dari : Masjid Al-Hakim, Jl. Gajah Mada Gg. BPKP II, Kec. Nanggalo – Kota Padang📺 Saksikan hanya di Surau Tv, Satelit Palapa D, Frek : 4014, Symbol Rate : 7200, Polaritas : H

Posted by Surau TV on Tuesday, July 30, 2019

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here