AS dan Iran Terlibat Perang Kata-kata di Pertemuan PBB

730
U.S. Energy Secretary Rick Perry attends the opening of the International Atomic Energy Agency (IAEA) General Conference at their headquarters in Vienna, Austria September 18, 2017. REUTERS/Leonhard Foeger
Akses lebih mudah… Download Web Apps Moslemtoday.com via Google Play Store: Klikhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.moslemtoday.moslemtoday

Moslemtoday.com : Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam perang kata-kata dalam pertemuan pengawas nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, Senin, (18/9/2017).

AS meminta Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk memeriksa lebih banyak lokasi di Iran, termasuk pangkalan militer, untuk memastikan bahwa Iran tidak melanggar kesepakatan nuklirnya dengan kekuatan dunia. Ucapannya ditolak oleh Teheran yang marah.

“Kami tidak akan menerima kesepakatan yang dipaksakan dengan lemah atau tidak dipantau secara ketat. AS sangat mendorong IAEA untuk menggunakan otoritas penuhnya untuk memverifikasi kepatuhan Iran terhadap setiap komitmen terkait nuklir di bawah JCPOA,” kata Menteri Energi AS, Rick Perry, seperti dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Kepala nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, dalam pertemuan itu menyebut AS telah membuat sejumlah tuntutan aneh yang tidak dapat dibenarkan sehubungan dengan verifikasi program nuklir Iran.

“Kami tetap yakin bahwa IAEA akan menolak permintaan yang tidak dapat diterima tersebut dan terus melaksanakan tugasnya dengan objektivitas, keadilan dan ketidakberpihakan yang ketat,” ucapnya. Salehi juga mengkritik apa yang dia sebut “sikap Amerika yang terang-terangan bermusuhan”

IAEA memiliki wewenang untuk meminta akses ke fasilitas di Iran, termasuk fasilitas militer, jika ada indikasi baru dan kredibel mengenai aktivitas nuklir terlarang di sana. Namun, para diplomat mengatakan Washington belum memberikan indikasi tersebut.

Sementara itu, Kepala IAEA yang baru, Yukiya Amano mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Iran terkait dengan kesepakatan tersebut. “Komitmen terkait nuklir yang dilakukan oleh Iran di bawah JCPOA sedang dilaksanakan. Iran sekarang tunduk pada rezim verifikasi nuklir paling kuat di dunia,” ucap Amano. (DH/MTD)

Sumber : Reuters

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here