AS Menolak Daftar Hitam uang kotor yang dibuat Uni Eropa

52

Moslemtoday.com : Departemen Keuangan AS pada hari Rabu mengatakan kepada bank-bank Amerika bahwa mereka dapat mengabaikan daftar hitam uang kotor Uni Eropa yang diperbarui, serta mempertanyakan metodologi Uni Eropa (UE) untuk merumuskan daftar, karena di dalamdaftar tersebut mencakup beberapa wilayah AS.

Daftar tersebut, yang dirilis Rabu, hasil dari upaya UE untuk memperketat langkah-langkah lama terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme sejak publikasi Panama Papers pada 2016, yang mengungkapkan bagaimana elit global menghindari pajak atau mencuci uang melalui perusahaan-perusahaan kulit lepas pantai. Ini adalah pembaruan dari daftar UE yang dirilis pada 2017 .

Daftar Uni Eropa mencakup Arab Saudi dan Panama, tetapi juga wilayah AS seperti Kepulauan Virgin AS dan Puerto Riko, menempatkannya di samping negara-negara seperti Iran, Suriah, dan Korea Utara.

Bank-bank di UE akan diminta untuk menggunakan uji tuntas dengan beberapa tingkatan pada operasi keuangan yang melibatkan anggota dan lembaga keuangan dari negara-negara yang masuk daftar hitam.

Komisaris Kehakiman Uni Eropa Vаra Jourová mengatakan daftar itu bertujuan untuk memastikan “uang kotor dari negara lain tidak masuk ke sistem keuangan kita.” Dia mendesak negara-negara yang terdaftar “untuk memperbaiki kekurangan mereka dengan cepat.”

Departemen Keuangan AS mengatakan “memiliki kekhawatiran signifikan tentang substansi daftar,” mengatakan pengembangannya cacat. Dikatakan tidak mengharapkan lembaga keuangan AS untuk mempertimbangkan daftar Komisi Eropa saat mereka melakukan kepatuhan anti pencucian uang.

Departemen Keuangan AS mengatakan Komisi Eropa tidak memasukkan ulasan yang cukup mendalam, hanya memberikan yurisdiksi yang terkena dampak dasar sepintas untuk penentuan daftar hitam tersebut, serta mengatakan kepada yurisdiksi mereka akan dimasukkan hanya beberapa hari sebelum pengumuman dan tidak memberi mereka kesempatan yang berarti untuk menantang inklusi mereka.

Washington juga menolak dimasukkannya wilayah AS ke dalam daftar, dengan mengatakan kerangka kerja hukum AS melawan pencucian uang juga berlaku untuk yurisdiksi tersebut. AS tidak diberi kesempatan yang berarti untuk membahas dasar untuk memasukkan wilayah AS yang terdaftar, kata Departemen Keuangan.

Kementerian luar negeri Panama menolak dimasukkannya negaranya, dengan mengatakan negaranya tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan tindakan yang telah diambil untuk mengatasi pencucian uang dan pendanaan terorisme. Mereka berharap untuk mengadakan pembicaraan dengan Eropa untuk mengatasi masalah mereka, kata kementerian itu.

Sumber : The Wall Street Journal| Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here