AS Veto Resolusi DK PBB Soal Jerusalem, Ini Respons Negara-negara Arab

1014

Moslemtoday.com : Negara-negara Arab mengecam AS yang menggunakan Hak Vetonya untuk menolak resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai status kota Jerusalem dalam proses pemungutan suara di sidang Dewan Keamanan PBB.

Amerika Serikat menggunakan hak veto untuk menolak Resolusi DK PBB tersebut. Resolusi Dewan Keamanan PBB meminta seluruh negara untuk tidak memindahkan misi diplomatiknya ke Jerusalem dan meminta AS untuk membatalkan keputusannya yang menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel.

Delegasi AS untuk PBB Nikki Haley tidak ikut memberikan suara untuk menentang resolusi tersebut. Sementara itu, 14 negara anggota dewan memilih mendukung resolusi yang diajukan Mesir yang menuntut presiden AS Donald Trump untuk mencabut keputasannya. AS adalah satu-satunya suara yang menolak resolusi tersebut.

Menanggapi sikap AS yang memveto Resolusi Dewan Keamanan PBB tersebut, berikut tanggapan dari negara-negara Arab :

Mesir

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ahmed Abu Zeid menyatakan kekecewaaannya dalam sebuah pernyataan tertulis.

“Mesir sedih dengan hak veto AS atas keputusan penting yang mengetuk hati nurani masyarakat internasional dan secara terbuka menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel.”

Abu Zeid menegaskan bahwa negara-negara Arab di PBB akan berkumpul untuk mendiskusikan langkah-langkah yang harus diambil untuk melindungi kota Jerusalem.

Palestina

Juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeina mengutuk hak veto AS, dan menyebut AS telah mengolok-olok masyarakat internasional. Palestina menyebut AS secara terang-terangan telah mendukung penjajahan dan agresi Israel atas tanah Palestina.

Kelompok Hamas Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa Jerusalem adalah ibukota Palestina selamanya, dan keputusan AS dan Israel tidak akan mengubah fakta ini.

Dalam pernyataan tersebut, Hamas mendesak masyarakat internasional dan dunia Arab dan Islam untuk bertindak demi melindungi Jerusalem dan tempat-tempat suci dan memperingatkan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang mengubah status Jerusalem.

Kuwait

“Langkah-langkah sepihak AS atas pengakuan Jerusalem sebagai ibukota Israel telah menunjukkan bahwa kita tidak sendiri, dan perhatian kita sebenarnya adalah untuk kemerdekaan Palestina,” ungkap Merzuk Ali El Ganim, juru bicara parlemen Kuwait, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis.

Kuwait juga berterima kasih kepada Mesir atas resolusi yang diajukannya ke Dewan Keamanan PBB.

Qatar

Ali Karadaghi, sekretaris jenderal Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) yang berkantor pusat di Qatar, menggambarkan hak veto AS sebagai ‘teror dan tantangan bagi semua negara’.

Uni Emirat Arab

Menteri Luar Negeri UEA, Dr. Anwar Gargash mengatakan : “Kami tidak memerlukan sekelompok massa, partai dan inteligen untuk mempertanyakan komitmen negara-negara Teluk Arab dan masyarakat mereka terhadap perjuangan Palestina dan Jerusalem. Dukungan, bantuan dan komitmen kami jauh lebih dari sekedar kosa-kata ketakutan dan kebencian.”

Sumber : Anadolu Agency
Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here