Bagaimana Media Massa Mem-Blow Up Kecaman PBNU Untuk Arab Saudi?

3637

Moslemtoday.com :  Media ramai mengangkat berita twit Osama bin Mohammed Adullah Al Shuaibi, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia. PBNU melalui ketua umumnya, Said Aqil mengecam cuitannya, karena organisasi sesat yang dimaksud oleh Osama adalah GP Ansor. Sehingga ia keberatan dan terhina atas pernyataan Osama. Padahal twitnya tidak ada kata-kata yang dimaksud https://twitter.com/Os_alshuibi/status/1069206923873067008

Sementara itu, Fanspage Saudinesia yang sering mengangkat info-info seputar hubungan Arab Saudi dan Indonesia meragukan tuduhan dari PBNU tersebut. “Jika pun benar twitnya ada kata2 “organisasi sesat,” maka tidak ada satu katapun menyebut GP Ansor, kecuali “jamaah al munharifah” (organisasi yang sesat atau menyimpang),” ungkap Saudinesia.

Sementara itu, menurut media lainnya, twit yang diunggah oleh Osama konon telah dihapus. Begitu seriusnya, Said meminta Kemenlu untuk agar meminta Arab Saudi segera memulangkan Osama. Alasannya, tindakannya gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia.

Ada satu media yang menarik, berani berbeda dalam pemilihan judulnya, lihat di link ini https://politik.rmol.co/read/2018/12/03/369210/Tidak-Ada-Tweet-Dubes-Saudi-Sebut-Organisasi-Sesat

FP Saudinesia yang dikelola oleh Mahasiswa Indonesia yang kuliah di Arab Saudi merilis sebuah pernyataan dari sumber anonim : “Ust Abu Xxxxx: Dubes Osamah sudah final di tarik resmi oleh Pemerintah Saudi, rencana bulan ini di tarik dan penggantinya sudah definitif yaitu dubes Saudi dari Norwegia. Jadi suratnya Said Aqil Siradj hanya numpang situasi saja, supaya kesannya seolah-olah ditariknya Osama karena surat dari dia.”

Sementara itu, menurut penjelasan dari Ustadz Budi Marta Saudin, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di King Saud University mengatakan bahwa sebenarnya masa jabatan Dubes Saudi Osama bin Mohammed Adullah Al Shuaibi memang sudah berakhir. “Mereka minta Dubes Saudi Osama Al Suibi dipulangkan ke negaranya? Masa tugasnya sudah berakhir koq minta dipulangkan? Sekarang orangnya sudah di Saudi, dan beberapa hari lagi akan digantikan Dubes yang baru,” ungkap Ustadz Budi.

“Ini adalah strategi biar kelihatan berani mengusir. Padahal memang sudah tahu bahwa Dubes sudah tidak di Indonesia lagi,” terang Ustadz Budi.

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here