Bagaimana Pengaruh Kemenangan Biden atau Trump bagi Timur Tengah?

257

Moslemtoday.com : Keheningan mulai menyelimuti Timur Tengah menjelang pemilihan Presiden AS. Peta politik yang melintasi kawasan itu tampak lebih tenang dari biasanya dan pertikaian politik tampaknya mulai mereda. Namun kondisi itu tidak lebih dari kegelisahan para pemimpin di Timur Tengah melihat apakah perubahan dalam kepemimpinan global sedang terjadi.

Pertarungan politik antara Donald Trump dan Joe Biden dinilai dapat mengubah situasi politik di Timur Tengah. Dari nasib kesepakatan nuklir Iran hingga apa yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” oleh Presiden Donald Trump untuk Israel dan Palestina hingga kebangkitan otoritarianisme di kawasan tersebut.

Meningkatnya Otoritarianisme dari Mesir ke Arab Saudi

Dalam kampanyenya, Biden telah berjanji untuk membatalkan apa yang dianggap banyak orang sebagai pokok dari kebijakan luar negeri Trump: menutup mata terhadap otokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia demi kepentingan politik sesaat.

Bagi banyak orang di Timur Tengah, Amerika di bawah Trump terlihat lebih pro-Otoritarianisme dibanding demokrasi. Di Arab Saudi, Trump disebut sangat mendukung pengangkatan Pangeran Mohammed bin Salman menjadi Putra Mahkota dan penguasa de-facto kerajaan sehari-hari. Bin Salman -yang dikenal dengan bahasa sehari-hari sebagai MBS- mempelopori suksesi reformasi yang cepat, tetapi dengan keras membasmi perbedaan pendapat dan memenjarakan sejumlah aktivis, termasuk beberapa pembela hak perempuan. Trump dinilai tidak pernah melayangkan kritik terhadap MBS, bahkan setelah pembunuhan jurnalis terkenal Jamal Khashoggi.

Sementara itu, Biden mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai “cek kosong berbahaya” dari Trump kepada Saudi dan berjanji untuk memerintahkan penilaian ulang hubungan AS dengan Arab Saudi.

“Saya akan membela hak para aktivis, pengamat politik, dan jurnalis di seluruh dunia untuk mengungkapkan pikiran mereka dengan bebas tanpa takut akan penganiayaan dan kekerasan,” kata Biden dalam pernyataan yang menandai peringatan pembunuhan Khashoggi pada Oktober lalu.

Biden juga berjanji untuk mengakhiri dukungan AS untuk Koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman. Di Mesir, Biden juga mengkritik dukungan Trump untuk Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, yang menurut Trump digambarkannya sebagai “diktator favoritnya”.

Israel, Palestina dan ‘Deal of The Century’

Ketika Trump memediasi kesepakatan normalisasi antara Israel dan tiga negara Arab , itu mungkin salah satu poin penting dari kepemimpinannya. Uni Emirat Arab menjadi negara Arab selanjutnya yang melakukan normalisasi dengan Israel setelah Mesir dan Yordania. Palestina menentang kesepakatan tersebut yang dinilai telah mengabaikan Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002.

Sementara itu, Biden menentang langkah sepihak yang diambil Trump. “Biden menentang setiap langkah sepihak oleh kedua belah pihak yang merusak solusi dua negara. Biden menentang aneksasi dan perluasan pemukiman dan akan terus menentang keduanya jika menjadi Presiden,” ungkap Biden dalam janji kampanyenya.

Biden juga telah berjanji untuk membalikkan penarikan dukungan ekonomi dan kemanusiaan Trump dari Palestina, dan membuka kembali misi Organisasi Pembebasan Palestina di Washington, serta meninjau kembali konsulat AS di Yerusalem.

Namun Trump dalam kampanyenya telah menekankan kepada PM Benjamin Netanyahu, jika Biden mencoba untuk membalikkan keputusan Trump tentang beberapa poin penting dari negosiasi Israel-Palestina, maka dia akan menemukan dirinya bertabrakan dengan beberapa pendukung vokal Israel di Washington.

Kesepakatan Iran

Biden mengatakan bahwa dia akan memulihkan kesepakatan nuklir era Obama – yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) – dengan Iran, yang ditarik Trump pada Mei 2018. Sejak itu, Iran berada di bawah beban beberapa sanksi terberat yang pernah dihadapi. Setahun setelah penarikan Trump, Teheran memulai kembali program nuklirnya yang sebagian besar dilarang JCPOA.

“Jika Iran kembali memenuhi kewajiban nuklirnya, saya akan masuk kembali ke JCPOA sebagai titik awal untuk bekerja bersama sekutu kami di Eropa dan kekuatan dunia lainnya untuk memperpanjang batasan nuklir kesepakatan,” kata Biden.

Sumber : CNN | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here