Bahrain : Sanksi Terhadap Qatar adalah Persoalan Politik, Tidak Perlu Aksi Militer

2486
Bahrain’s foreign minister Khalid bin Ahmed Al Khalifa. (File photo: AP)

Moslemtoday.com : Pemerintah Bahrain menyatakan sanksi yang diberikan negara-negara Arab terhadap Qatar terkait dengan masalah politik dan keamanan, sehingga tidak memerlukan aksi militer untuk menyelesaikannya. (Baca juga : Inilah “13 Daftar Tuntutan” Arab Saudi dan Koalisi Negara Teluk Sebagai Syarat Untuk Mengakhiri Krisis Diplomatik dengan Qatar)

Pernyataan ini secara tidak langsung sebagai sindiran terhadap Turki yang telah mengerahkan pasukan militernya ke Qatar, setelah Presiden Erdogan secara terang-terangan membela Qatar.

Presiden Ergodan mengatakan bahwa dia mendukung respons Qatar yang menganggap daftar 13 tuntutan dari negara-negara Arab yang memboikot negara Teluk tersebut tidak masuk akal. Salah satu tuntutannya adalah meminta Qatar menutup pangkalan militer Turki di Doha. (Baca juga : Presiden Erdogan Nilai Ultimatum Arab untuk Qatar Langgar Hukum Internasional)

”Perselisihan dengan Qatar tidak pernah memiliki alasan pengerahan militer. Membawa tentara asing dan kendaraan lapis baja adalah tindakan keliru untuk membantu Qatar,” ungkap Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khalid bin Ahmed al-Khalifa, sebagaimana dilansir Al Arabiya, Senin (26/6/2017).

Menlu Khalid juga melanjutkan, aksi campur tangan kekuatan regional dalam krisis Qatar adalah hal yang salah. ”Beberapa kekuatan regional salah jika mereka berpikir mencampuri krisis akan mengatasinya. Seharusnya kekuatan ini perlu menghormati sistem regional kami (GCC) yang saat ini bisa menyelesaikan masalah sendiri,” tegas Menlu Khalid. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Weblink : https://english.alarabiya.net/en/News/gulf/2017/06/26/Bahrain-Dispute-with-Qatar-is-political-accuses-Doha-of-military-escalation.html

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here