“Bapak Kemanusiaan”, Emir Kuwait Meninggal Dunia pada Usia 91 Tahun

131

Moslemtoday.com : Emir Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, yang terkenal karena kekuatan mediasi regionalnya dan bantuan kemanusiaannya di seluruh dunia, meninggal dunia pada hari ini, Selasa, (29/9/2020) pada usia 91 tahun. Sheikh Sabah dilantik menjadi pemimpin Kuwait pada tahun 2006 setelah wafatnya Emir sebelumnya, Sheikh Jaber al-Sabah.

Sheikh Sabah terkenal sebagai mediator utama sengketa regional dan seorang dermawan terkemuka di Timur Tengah dan sekitarnya. Emir mendominasi politik domestik Kuwait dan hubungan internasional selama satu generasi.

Sheikh Sabah lahir di Kuwait pada 16 Juni 1929, Syekh Sabah adalah putra keempat dari Syekh Ahmad al-Jaber al-Sabah. Sebelum naik ke tampuk kekuasaan, Sheikh Sabah adalah Menteri Luar Negeri Kuwait dari 1963 hingga 1991 dan kemudian dari 1992 hingga 2003 menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri.

Dengan pengalaman 40 tahun dalam urusan internasional, Sheikh Sabah dengan cepat menempatkan Kuwait sebagai mediator utama dalam beberapa perselisihan regional. Ketika ketegangan mulai meningkat antara Qatar dan lima negara Teluk lainnya pada tahun 2014, Emir melakukan tur regional untuk mengunjungi negara-negara yang terlibat untuk mencoba meredakan konflik.

Setelah Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir secara resmi memutuskan hubungan diplomatik dan hubungan perdagangan dengan Qatar pada tahun 2017, Sheikh Sabah juga terus memimpin upaya untuk merekonsiliasi ketegangan negara-negara Teluk Arab.

Sheikh Sabah, yang populer disebut “bapak kemanusiaan”, sering dipuji atas upaya kemanusiaannya di seluruh dunia. Pada tahun 2014, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyebut Emir sebagai “pemimpin kemanusiaan yang hebat.”

Mantan Presiden AS Jimmy Carter menggambarkan Emir sebagai “pemimpin kemanusiaan global”, dan berkata bahwa “pemimpin dunia lainnya dapat belajar dari teladan bijak yang diberikan oleh teman-teman saya, Yang Mulia Emir Sabah.”

Selama masa pemerintahannya, Kuwait menjadi terkenal secara internasional karena upaya amalnya, terutama di negara-negara yang dilanda perang seperti Suriah dan dengan inisiatif kesehatan global seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 2013, Kuwait mendonasikan lebih dari $ 100 juta untuk mendukung pengungsi Suriah di Timur Tengah. Pada Februari 2020, pejabat Palestina di Gaza menberi nama jalan dengan nama Emir Sabah atas upayanya yang berkelanjutan untuk mendukung rakyat Palestina. (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here