Benarkah Putra Mahkota MBS Menfatwakan Perempuan Arab Saudi Tidak Perlu Berkerudung?

1877

Moslemtoday.com : Media Mainstream di Tanah Air akhir-akhir ini ramai membicarakan pernyataan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad Bin Salman saat melakukan wawancara dengan CBS News beberapa waktu lalu menjelang kunjungannya ke Amerika Serikat.

Media mainstream di Indonesia ramai menulis berita atas pernyataan Putra Mahkota MBS, yang seolah-olah Putra Mahkota MBS memfatwakan bahwa perempuan di Arab Saudi tidak perlu lagi berkeredung, mengenakan hijab atau berjilbab, asalkan mengenakan pakaian yang sopan. Lihat berita-beritanya berikut ini :

Judul-judul tersebut merupakan kesimpulan yang diambil masing-masing media tersebut atas pernyataan Pangeran MBS saat wawancara dengan CBS, “The laws are very clear and stipulated in the laws of sharia (Islamic law): that women wear decent, respectful clothing, like men.” Diterjemahkan oleh CNN : “Undang-undang sangat jelas dan juga diatur dalam hukum syariah bahwa wanita mengenakan pakaian yang sopan, terhormat, seperti pria.”

Ditambahkan, “this, however, does not particularly specify a black abaya or a black head cover. The decision is entirely left for women to decide what type of decent and respectful attire she chooses to wear,” dengan terjemah CNN: “Ini, bagaimanapun, tidak secara khusus menyebut abaya hitam atau penutup kepala hitam. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada perempuan untuk memutuskan jenis pakaian yang layak dan terhormat yang dia pilih untuk dikenakan,” sebagaimana dilansir Gulf News, Selasa (20/3).

Tahrif (Mengubah Makna) Kata Oleh Media Mainstream :

Tahrif adalah mengubah makna dengan men-ta’wil (menginterpretasikan) maknanya kepada makna yang lain sehingga merubah makna yang sebenarnya. Dan laporan berita di kanal beberapa media tersebut di atas merupakan bentuk nyata dari tahrif terhadap perkataan MBS.

Pada asalnya, pernyataan MBS disampaikan dalam bahasa Arab, (Klik videonya disini). Hanya sayang, sampai saat ini belum bisa didengar langsung rekaman statemen tersebut kecuali setelah dialihsuarakan menjadi bahasa Inggris, yang tentunya bukan sumber asli, yang memungkinkan terjadi tahrif juga.

Tetapi anggap saja benar bahwa Putra Mahkota MBS mengatakan kata-kata di bawah ini:

  • that women wear decent, respectful clothing, like men (bahwa wanita mengenakan pakaian yang sopan, terhormat, seperti pria).
  • black abaya or a black head cover (abaya hitam atau penutup kepala hitam)

Kata kuncinya adalah “pakaian yang sopan, terhormat, dan abaya hitam atau penutup kepala hitam.” Jika media-media tersebut mau jujur dan tidak memalingkan makna pernyataannya maka sebenarnya yang dimaksud Putra Mahkota MBS sebatas : “pakaian wanita tidak harus abaya berwarna hitam atau penutup kepala hitam, tetapi bisa warna apa saja, yang penting pakaian yang sopan dan terhormat.” 

Terlebih lagi, Putra Mahkota MBS menekankan di awal statemennya, “Undang-undang sangat jelas dan juga diatur dalam hukum syariah.” Apalagi, Putra Mahkota MBS dikenal sangat dekat dengan Hai’ah Kibarul Ulama Arab Saudi.

Kemudian, mengapa tiba-tiba pernyataan Putra Mahkota MBS diartikan “Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung? atau dengan judul sejenis seperti di media-media mainstream diatas?”

Silahkan diperhatikan dan dinilai, tahrif yang dilakukan media-media mainstream terhadap pernyataan Putra Mahkota MBS dengan tujuan untuk membentuk opini publik tentang Arab Saudi. (DH/MTD)

Sumber : Saudinesia | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.