Budaya Mencari Kambing Hitam

733

Budaya mencari kambing hitam.

Buruk betul nasib @kambing [email protected], selalu salah dan tidak pernah benar. Ada orang jauh batu “berubah” jadi kambing hitam.

Ada suami istri bercerai, suami tetangga sekejap “berubah” menjadi kambing hitam.

Anak sendiri nakal, eeeh, tiba tiba “anak tetangga” dirubah jadi kambing hitam.

Usaha anda redup “toko sebelah” berganti bentuk” jadi kambing hitam.

Kasian benar si kambing hitam, padahal apapun yang menimpa diri anda pasti berawal dari kesalahan anda sendiri, jadi kalau memang berani jujur, ya sadarilah sejatinya tidak ada yang lebih berhak untuk memerankan sebagai “kambing hitam”, selain diri anda sendiri.

Anda tersinggung? simak dulu firman Allah Ta’ala berikut:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (As Syura 30)

Jadi sejak sekarang, sadarilah bila rumah anda yang terbuat dari kristal yang begitu indah, dilempar batu oleh orang lain, hingga pecah atau rusak, maka sadarilah itu sejatinya terjadi akibat langsung dari ulah tangan anda sendiri, sebelum sebagai ulah orang lain.

Cemen alias cengeng alias iman anda masih lemah, bila ternyata anda lebih suka untuk jerit jerit memaki “kambing hitam” . Seharusnya andalebih sigap dan segera menemukan letak kesalahan anda sendiri sebelum anda mencari letak kesalahan “sang kambing hitam” yang sudah sekian lama malang dan tertuduh.

Akan lebihi bijak bila anda berkata namanya juga kambing hitam, ya tidak akan pernah berubah menjadi kambing putih apalagi menjadi manusia putih dan suci.

Semoga renungan ini bermanfaat.

Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here