Buya Gusrizal Gazahar : “Kerinduan Ustadz Kampung”

1238

“Kerinduan Ustadz Kampung”

Suatu ketika, ustadz kampung tak mau datang menghadiri jamuan sang penguasa.
Dengan beringas para pemuja penguasa menyudutkan sang ustadz.
Bahkan berhamburan kecurigaan terhadap sang ustadz kampung sampai dituduh menyimpan kebencian terhadap pribadi penguasa tersebut.

Cemoohan, celaan dan pelecehan bagai tak berpagar bahkan keluar dari mereka yang tak patut melontarkannya.

“Tapi sudahlah”, gumam ustadz kampung.
“Ini sudah dengan pertimbangan dan bertanya kepada “guru tua” serta demi perkumpulan para imam surau di kampung kita”, ucap ustadz kampung dalam kesendiriannya seolah-olah ada yang diajaknya bicara.

Dalam keasyikan mengenang-ngenang perjalanan dakwah yang dilaluinya selama ini dari dusun ke dusun, tiba-tiba terdengar ketukan tamu yang meminta masuk.

Setelah pintu dibuka, ternyata kawan lama satu pengajian di kala muda.
Setelah berbicara panjang lebar, tahu lah sang ustadz bahwa kawan ini bukan lagi teman bermain ketika kecil tapi orang dewasa bercita-cita luar biasa.
Namun sayang dipenghujung cerita, kawan itu pun bertanya laksana menginterogasi manusia mencurigakan.

Maunya ustadz sebenarnya apa ?

Ustadz kampung tanpa ragu menjawab:

“Kalian kuasailah seluruh penjuru kampung ! Bagi saya itu tak mengapa namun saya hanya meminta sedikit ada taman di tengah kampung ini yang menjadi milik kita bersama.
Di sana lah kami bisa duduk bersama tanpa terganggu oleh seragam dan pangkat, tak terkotak oleh warna dan kolega, tak berbatas antara miskin dan kaya.
Taman itu lah yang saya harapkan menjadi paru-paru kampung kita yang telah tercemar oleh polusi keserakahan menyingkirkan yang tak senada seirama”.

Sampai pada kalimat itu, ustadz kampung tersentak bangun.
Waduh…. ternyata kehadiran teman tadi hanyalah mimpi yang melintas dalam keletihan tertidur di atas kursi.

Dengan langkah panjang, sang ustadz kampung akhirnya menuju ke tempat tidur dengan berharap semoga mimpi tadi berlanjut…. he he

Sumber : Fanspage Buya Gusrizal Gazahar (Ketum MUI Sumatera Barat)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here