Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA – Anjuran Berada di Sebelah Kanan Imam

128

Buya Muhammad Elvi Syam, Lc. MA – Syarh Shahih Muslim – BAB 116 : Anjuran Berada di Sebelah Kanan Imam

Hadits dari Al-Bara’ bahwasanya dia mengatakan : “Kami apabila shalat di belakang Rasulullah, kami sangat suka untuk berada di sebelah kanan. Beliau menghadap kepada kami dengan wajahnya. Aku mendengar beliau mengucapkan : “Ya Rabb ku, jagalah aku dari azabmu pada hari engkau membangkitkan atau mengumpulkan hamba-hambamu.”

Imam Nawawi mengatakan boleh jadi mengarah ke kanan terjadi pada saat beliau salam. Inilah yang lebih dzahir dari dzahirnya hadits. Karena kebiasaan beliau apabila beliau telah berpaling, beliau menghadap kepada seluruhnya dengan wajah beliau. Jadi beliau menghadap ke makmum secara menyeluruh, tidak hanya ke satu sisi saja.

Menghadap beliau itu, kemungkinan terjadi setelah beliau berdiri dari shalatnya atau ketika beliau berpaling, yakni maksudnya Nabi menghadap ke kanan itu setelah beliau mengerjakan shalat. Jadi beliau ingin berangkat, beliau menghadap ke kanan atau ketika beliau berpaling tadi.

Namun secara zahir dari apa yang dilakukan oleh shahabat, dimana dianjurkan berada di kanan imam adalah dengan keumuman hadits Nabi menyukai mendahulukan yang kanan.

Dan begitu yang dikatakan ulama bahwa berada di bagian kanan imam lebih baik daripada bagian kirinya. Akan tetapi apakah ini menjadikan shaf nya tidak berimbang? Tentu nanti akan milih kanan..kanan..kanan semua, yang kirinya akhirnya menjadi kosong.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud namun haditsnya dhaif, bahwasanya imam itu hendaklah tawashuth (berada di tengah-tengah). Akan tetapi, kalau dilihat dalam hadits yang lain yang shahih, dimana Nabi mengatakan bahwa hendaklah yang dekat dengan ku setelah ku adalah orang-orang yang telah dewasa (berakal). Hal ini berarti yang mengikut setelah Nabi, dia dekat baik bagian kanan atau bagian kiri. Artinya imam itu menjadi ditengah-tengah dia karena yang berikut dari imam yang dekat dengan imam adalah yang di kiri kanannya.

Kalau seandainya ada pilihan bagi kita, bahwa posisinya sama-sama dekat dengan imam, pilihlah bagian yang kanan. Ini adalah untuk menggabungkan semua dalil yang ada. Thoyyib.

Kamis, 1 Agustus 2019 M | 29 Dzul Qa’dah 1440 H, 05.40 WIB (Ba’da Subuh) s.d Selesai, Masjid Al-Hakim, Jl. Gajah Mada Gg. BPKP II, Kec. Nanggalo – Kota Padang

KLIK DISINI UNTUK MENGUNDUH CATATAN KAJIAN (FILE .DOCX)

🎥 LIVE SURAU TVKamis, 31 Juli 2019 M | 29 Dzul Qa'dah 1440 H, 05.40 WIB (Ba'da Subuh) s.d SelesaiKajian Ilmiyah bersama Buya Muhamamd Elvi Syam, Lc. MA dalam pembahasan Kitab Shahih MuslimLangsung dari : Masjid Al-Hakim, Jl. Gajah Mada Gg. BPKP II, Kec. Nanggalo – Kota Padang📺 Saksikan hanya di Surau Tv, Satelit Palapa D, Frek : 4014, Symbol Rate : 7200, Polaritas : H

Posted by Surau TV on Wednesday, July 31, 2019

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here