Dengan Registrasi Kartu Prabayar, Tjahjo: Penyebar Hoax Akan Mudah Terungkap

1271

Moslemtoday.com : Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambut baik langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang memberlakukan program registrasi kartu telepon seluler atau registrasi kartu prabayar mulai 31 Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Program ini di antaranya diharapkan pada akhirnya bisa menghilangkan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian melalui ponsel.

“Pendataan ini diharapkan juga bisa membantu mengungkap lebih cepat siapa-siapa saja yang menyebarkan berita hoax atau fitnah di media sosial,” ujar Tjahjo, Selasa, 31 Oktober 2017, di Yogyakarta.

Tjahjo menuturkan maraknya berita bohong, hoax, fitnah dan ujaran kebencian yang masuk sebagain besar dari media sosial melalui ponsel dikhawatirkan lama lama bisa merusak tatanan negara. Sehingga upaya registrasi kartu prabayar oleh Kemenkominfo ini amat berguna secara jangka panjang. “Kalau sudah terdaftar, meskipun (penyebar hoax) gonta ganti simcard, tapi kalau HP-nya sama ya, tetap mudah terlacak,” katanya.

Dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui jalur telekomunikasi, Tjahjo menuturkan tanpa validasi simcard, pelaku tetap bisa terlacak. Namun, menurut dia, butuh waktu proses pelacakan yang lebih lama.

Tjahjo mendengar informasi dari Kemenkominfo bahwa registrasi kartu prabayar di hari pertama dimulai program sudah direspons positif oleh masyarakat. Dalam satu menit, kata dia, sudah ada 80 juta pengguna ponsel yang mendaftarkan diri.

Kemenkominfo telah membuka program registrasi kartu prabayar dengan menyertakan nomor kartu keluarga dan nomor induk kependudukan (NIK) mulai Selasa, 31 Oktober 2017. Pemerintah memberi waktu registrasi NIK ini sampai 28 Februari 2018.

Sumber : TEMPO

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here