Dihajar Wabah Virus Corona, Indeks Harga Saham China Turun Drastis

81

Moslemtoday.com : Indeks Harga Saham China turun drastis hampir 9 persen pada awal pembukaan perdagangan, Senin, (3/2/2020) di tengah semakin meningkatnya wabah virus corona. Benchmark Shanghai Composite Index turun 8,73 persen atau 259,83 poin yang dibuka pada 2.716,70.

Indeks Komposit Shenzhen, yang berada di bursa saham kedua China merosot  8,99 persen atau 158,02 poin menjadi 1.598,80. Nilai tukar Yuan juga melemah hampir 1,5 persen menjadi sekitar 7,00 terhadap dolar AS.

Skala penurunan itu luar biasa bahkan oleh standar pasar saham China yang terkenal sangat fluktuatif, yang menunjukkan keprihatinan mendalam atas dampak ekonomi akibat wabah virus tersebut.

China, sebagai pasar ekonomi terbesar kedua di dunia telah ditutup sejak 24 Januari 2020. Sejak itu epidemi virus Corona yang dimulai di Wuhan terus menyebar ke seluruh dunia.

Kekhawatiran global telah menurunkan persediaan dan nama-nama perusahaan besar telah membekukan atau mengurangi operasi mereka di China yang mengancam rantai pasokan global karena begitu banyak produk dunia yang diproduksi di China.

Bank Sentral China mengatakan akan menyuntik 1,2 triliun yuan ($ 173 miliar) ke sektor ekonomi untuk   membantu membatasi kerugian pasar.

“Investor akan melepaskan emosi mereka pada awalnya dan kemudian membuat keputusan lebih lanjut berdasarkan situasi epidemi dan langkah-langkah stimulus potensial yang diluncurkan oleh pemerintah,” kata Zhang Qi, seorang analis di Haitong Securities seperti dilansir dari Khalijtimes, Senin, (3/2/2020).

“Seberapa besar dampak yang ditimbulkannya terhadap ekonomi membuat para investor stres,” tambah Zhang Qi. Ekonomi China diperkirakan akan menerima pukulan keras akibat krisis ini, yang membuat banyak kawasan industri berhenti beroperasi.

Saham perjalanan dan pariwisata juga anjlok setelah China membekukan perjalanan domestik dan luar negeri untuk membatasi penyebaran virus. Banyak negara dan maskapai penerbangan menghentikan atau mengurangi hubungan perjalanan dengan China.

Sumber : Khaleejtimes, Al Arabiya | Redaktur : Hermanto Deli

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here