Dinilai Panik, Inilah Enam Safari Politik Presiden Jokowi Usai Demo 411

1828

Moslemtoday.com : Tokoh JIL, Ulil Abshar Abdalla menilai Presiden Jokowi sedang panik. Pascademo besar 4 November lalu, Jokowi telah melakukan sejumlah kunjungan ke tokoh Islam dan TNI.

Terakhir, Jokowi berkunjung ke markas besar Kopassus. “Nggak ada yang mau kudeta, tapi kok Jokowi kelihatan ‘panik’ memasang kuda-kuda politik secara ‘agresif’ akhir-akhir ini. Aneh,” ujar Ulil lewat akun Twitter-nya.

“Kalau buzzer bolehlah ngomong yang agak berapi-api. Kalau presiden mestinya ya ngadem-ngademi.”

Berikut sejumlah agenda dan kunjungan Jokowi pascademo 4 November

Kunjungi Nahdlatul Ulama

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU). Pertemuan yang berlangsung lebih dari 1,5 jam tersebut dilangsungkan di kantor pusat PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (7/11). Presiden mengaku, ia sengaja bersilaturahim dengan ulama NU untuk menyampaikan ucapan terima kasihnya.

Pertama, Jokowi mengucapkan terima kasih atas peran NU yang menurutnya memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat. “Saya kira jelas sekali NU telah menjadi penyangga utama NKRI, Pancasila, kebinekaan dan persatuan kita,” ucap Jokowi, di teras depan kantor NU. Saat menyampaikan pernyataan tersebut, ia didampingi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Rais Aam PBNU Kiai Ma’ruf Amin.

Kedua, Presiden mengaku datang untuk mengucapkan terima kasih pada ulama-ulama NU yang ia anggap telah menyampaikan pesan-pesan damai dalam aksi 4/11 lalu, sehingga umat menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib.

Kunjungi Markas TNI AD

Pada 7 November, Presiden Jokowi berkunjung ke Markas TNI AD. Presiden menginstruksikan seluruh prajurit TNI untuk tak memberikan ruang pada gerakan-gerakan provokasi. Presiden menegaskan, gerakan provokasi dan politisasi sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa.

“Sebagai panglima tertinggi TNI, saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba dengan provokasi dan politisasi,” ujarnya. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan khusus pada 2.185 prajurit TNI di Markas Besar TNI AD di Gambir, Jakarta, Senin (7/11).

Lebih lanjut, Jokowi meminta TNI dan Polri untuk menjaga kekompakan di semua tingkatan, mulai dari perwira sampai prajurit. Ia meyakini, jika TNI dan Polri kompak, maka persatuan Indonesia akan tetap terjaga.

Kunjungi Muhammadiyah

Pada 8 November lalu, Presiden Joko Widodo berkunjung ke kantor pusat Muhammadiyah di Jakarta. Jokowi yang mengenakan setelan batik cokelat bertemu langsung Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta mengapresiasi pernyataan komitmen Presiden Joko Widodo untuk memproses hukum dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama secara tegas dan transparan.

“Kita berharap bahwa itu dilaksanakan secara konsisten,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir usai bertemu Jokowi di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (8/11).

Menurut Haedar, kepolisian yang bertugas menegakkan hukum diminta tidak mengembangkan tafsir-tafsir yang dikhawatirkan menambah keraguan maupun eskalasi situasi dalam pengusutan dugaan penistaan agama. Dia berharap kepolisian mengikuti perintah Presiden yang menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum yang sudah berjalan.

Selain itu, Haedar menjelaskan, unjuk rasa pada 4 November merupakan aspirasi mewakili seluruh umat Islam tanpa klaim kelompok politik tertentu. Kericuhan yang terjadi setelah unjuk rasa, menurut Haedar, juga bukan dilakukan oleh peserta unjuk rasa.

Temui Ormas Islam

Presiden Joko Widodo kembali mengundang para tokoh dari sejumlah ormas Islam ke Istana Merdeka. Kali ini ia melakukan pertemuan dengan tokoh agama dari 17 ormas, antara lain Al Irsyad Al Islamiyah, Jami’atul Washliyah, Majelis Rasulullah, Mathlaul Anwar, Fatayat NU, Muslimat NU, Gerakan Pemuda Anshor dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Presiden mengawali pertemuan tersebut dengan mengucapkan terima kasih pada pimpinan ormas yang menurutnya telah menyebarkan pesan damai saat aksi massa 4 November lalu. Kemudian, Jokowi menegaskan sikapnya atas aksi massa yang menuntut penegakan hukum atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Presiden Jokowi menyatakan, pemerintah tak akan melindungi Basuki Tjahaja Purnama. Karenanya, Presiden berharap masyarakat tak merisaukan hal tersebut dan memercayakan proses yang sedang berjalan.

“Saya mengajak kepada seluruh pimpinan organisasi massa Islam untuk mendinginkan suasana, membangun kedamaian serta mempererat tali persatuan, mempererat ukhuwah kita, sehingga ketegangan-ketegangan di masyarakat bisa kita redakan.

Kunjungi Kopassus

Presiden Joko Widodo berkunjung ke Markas Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11). Ia pun memberikan pengarahan pada 1.217 prajurit TNI di sana.

Saat memberikan pengarahan, Jokowi meminta TNI menjadi pemersatu bangsa. Ia menegaskan, TNI harus mampu menyatukan Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, ras dan golongan.

“Momentum Hari Pahlawan ini, saya sebagai panglima tertinggi TNI, memerintahkan pada seluruh perwira dan prajurit Kopassus untuk menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi Undang Pimpinan Pesantren

Presiden Joko Widodo kembali melakukan komunikasi politik dengan para tokoh agama. Kali ini, ia mengundang puluhan pimpinan pondok pesantren di wilayah Jawa Barat dan Banten ke Istana Merdeka, Kamis (10/11).

Pertemuan ini dilakukan setelah sebelumnya Jokowi bersilaturahim ke sejumlah organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, serta mengundang belasan ketua ormas Islam ke Istana.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih, karena dari informasi yang saya tahu, para ulama telah ikut menyejukkan suasana dari dulu sampai sekarang, sehingga daerah dalam keadaan sejuk, kondusif, aman,” ujar Presiden, saat mengawali pertemuan. Ia didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Jokowi mengharapkan, ulama sebagai penerus Nabi terus melanjutkan perannya di masyarakat dengan menyebarkan ajaran Islam yang menebarkan perdamaian. Ia juga percaya, ulama memegang peranan penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Saya yakin ulama adalah pilar penopang NKRI. Indonesia yang kita bangun bersama berdiri atas perjuangan ulama dan kiai, termasuk Kiai As’ad Syamsul Arifin yang kemarin dianugerahi gelar pahlawan nasional,” ucap Presiden.

Video Dokumentasi : 

Sumber : Republika

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here