Dituduh Bekerja untuk Israel, NAS Daily Serang Balik Al Jazeera

255

Moslemtoday.com : Blogger video terkenal di dunia, Nas Daily memposting video enam menit ke akun Facebook-nya di mana dia membantah tuduhan penyiar berita Al Jazeera di mana dia dituduh bekerja untuk pemerintah Israel.

Nas menunjukkan dalam videonya segmen berita Al Jazeera di mana dia dituduh menggunakan semua alat yang disediakan oleh pemerintah Israel. Nas juga dituduh menjadi bagian dari program propaganda resmi mereka.

“Ini adalah berita palsu,” balas Nas dengan menyebut Al Jazeera telah melakukan kampanye kotor menggunakan uang pemerintah [Qatar] untuk menyerangnya, seperti dilansir dari Jerusalem Post, Sabtu, (24/10/2020).

Nas Daily, yang bernama asli Nuseir Yassin adalah seorang blogger video berdarah Palestina-Israel yang telah membuat lebih dari 1.000 video setiap hari berdurasi 1 menit di halaman Facebook-nya untuk jutaan followernya. Saat ini dia telah memiliki lebih dari 31 juta pengikut dan pelanggan, dan lebih dari sembilan juta pemirsa setiap hari.

“Jadi apa tuduhannya?,” Nas balik bertanya. “Nas Academy, perusahaan baru kami melatih orang untuk mencintai Israel. Itu lucu. Pada kenyataannya, Nas Academy adalah perusahaan baru yang hebat untuk menciptakan pembuat konten baru. Untuk mengajari orang cara membuat video sendiri dan membuat cerita mereka sendiri,” balas Nas terhadap Al Jazeera.

Nas menyindir Al Jazeera menggunakan uang pemerintah (Qatar) untuk menyebarkan berita palsu. “Al Jazeera atau afiliasinya di negara lain menggunakan uang pemerintah untuk menyebarkan berita palsu terhadap seseorang dan ini buktinya,” ungkap Nas.

Al Jazeera adalah milik negara Qatar. Nas menyebut kantor berita yang disponsori pemerintah itu bermuka dua dalam hal apa yang digambarkannya kepada khalayak Barat dibandingkan dengan dunia Arab.

“Jika Anda tidak berbicara bahasa Arab, Anda tidak akan pernah memperhatikan hal ini – tetapi ini telah terjadi di Timur Tengah selama beberapa dekade,” kata Nas.

“Dalam versi Inggris, mereka mengatakan ‘mari kita ingat Holocaust dan jangan pernah mengulanginya.’ Kepada dunia Arab mereka berkata ‘apakah Holocaust benar-benar terjadi?’ Dalam versi Inggris, mereka mendukung hak gay, ke dunia Arab, mereka menekan hak-hak gay,” ungkap Nas.

“Dengan ribuan karyawan, perusahaan seperti Al Jazeera dapat melakukan ini selamanya karena mereka memiliki uang yang tidak terbatas – uang pemerintah yang mereka dapatkan setiap tahun dari negara Arab kecil,” beber Nas.

Nas memberikan pesan terakhir di akhir videonya. “Kami mempromosikan pariwisata dan cinta, bukan politik dan kebencian. Dan kami pasti tidak bekerja dengan pemerintah Israel,” tutup Nas. (DH/MTD)

https://www.facebook.com/107690664091622/videos/1095726534222328/

Sumber : The Jerusalem Post | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here