Divonis 12 Tahun Penjara, Eks PM Najib Tulis Surat Perpisahan: Daddy Hanya Hamba-Nya

52

Eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menulis surat perpisahan untuk keluarganya setelah resmi menjalani vonis hukuman 12 tahun penjara terkait mega korupsi lembaga investasi negara 1MDB.

Najib resmi dijebloskan ke penjara setelah Pengadilan Tinggi Malaysia menolak banding yang diajukan Najib dalam persidangan pada Selasa (23/8). Ia pun menjadi eks perdana menteri Malaysia pertama yang dipenjara.

Dalam surat perpisahannya yang diunggah di Facebook usai keputusan hakim keluar, Najib menguatarakan pengorbanannya selama 46 tahun untuk melayani negara hingga terpaksa membuatnya jauh dari anak dan cucu.

“Tahun-tahun saya telah berlalu didedikasikan untuk orang-orang, pelayanan publik, politik, pengorbanan yang saya pilih dan saya lakukan, sebuah perjalanan yang menggembirakan tapi sayangnya saya mengabaikan dan tidak selalu bisa ada untuk kalian (keluarga),” kata Najib dalam surat itu.

“Semua tantangan yang membuahkan hasil ini membuat saya tersenyum, meski beberapa tidak, tetapi ini semua adalah pengorbanan besar seiring berjalan waktu. Semoga Allah SWT melindungi dan memberkati keluarga kita dengan kesehatan, umur panjang, dan kedamaian abadi. Love you all,” ucap Najib.

Dalam surat itu, Najib juga meminta maaf kepada keluarganya lantaran harus meninggalkan mereka lagi meski sudah lengser sebagai perdana menteri.

Najib juga mengatakan semua yang terjadi padanya merupakan takdir Allah.

Daddy pegang teguh kepada ajaran agama Islam. Jika ditakdirkan ini perjalanannya dan dugaan Allah SWT,” kata Najib.

“Apalah daya Daddy, manusia dan hamba-Nya. Menanti keadilan dan penghakiman di mahkamah akhirat,” paparnya menambahkan.

Hakim Pengadilan Tinggi Malaysia menilak banding yang diajukan Najib setelah kuasa hukumnya memberikan sejumlah bukti baru bahwa kliennya itu tidak terlibat skandal 1MDB.

“Kami melihat banding yang diajukan tak membawa keuntungan apapun. Kami menyatakan tuduhan dan hukuman [terhadap Najib] aman [dilakukan]. Berdasarkan hal tersebut, sesuai keputusan bulat kami, bukti-bukti yang ada selama pengadilan menemukan [Najib] bersalah atas ketujuh dakwaan,” kata Ketua Hakim Maimun Tuan Mat mewakili panel lima hakim, dikutip dari AFP.

“Bakal menjadi parodi pengadilan tingkat tinggi jika ada pengadilan yang menerima bukti yang sangat jelas, tetapi menyatakan bahwa pemohon tidak bersalah atas tujuh dakwaan yang dijatuhkan kepadanya,” tutur Maimun lagi.

Sebagaimana diberitakan Reuters, pihak berwenang Malaysia mengatakan Najib menerima lebih dari US$1 miliar (Rp14,8 triliun) dana yang terlacak berasal dari 1MDB.

1MDB sendiri merupakan program pendanaan asing yang dibangun pada 2009. Program ini dibantu oleh pemodal Malaysia Jho Low untuk membantu pengembangan ekonomi Malaysia.

Hakim pun menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara terhadap Najib karena ia terbukti menyalahgunakan kekuasaan, mencuci uang, dan melanggar kepercayaan karena menerima dana 42 juta ringgit atau sekitar Rp139 miliar dari 1MDB ke akun bank pribadi.

Sebanyak 10 negara termasuk Singapura, Indonesia, Swiss, hingga Amerika Serikat turut membuka penyelidikan terkait skandal 1MDB.Selain menjadi mantan pemimpin Malaysia pertama yang mendekam di penjara, Najib juga kemungkinan besar didiskualifikasi sebagai kandidat PM dalam Pemilu pada 2023 mendatang setelah sempat mengutarakan ingin mencalonkan diri.

Sumber : CNNIndonesia.com

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here