DK PBB Tolak Permintaan Rusia untuk Mengutuk Serangan AS dan Sekutu ke Suriah

526

Moslemtoday.com : Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa menolak permintaan Rusia untuk mengutuk serangan gabungan AS, Inggris, Prancis yang dilancarkan ke Suriah Sabtu pagi kemarin (14/4/18). Hanya Rusia, Cina dan Bolivia yang mendukung rancangan resolusi tersebut.

Resolusi itu membutuhkan sembilan suara dukungan, namun mayoritas anggota DK PBB memilih untuk menolak rancangan tersebut. “Delapan negara dilaporkan menolak, sementara empat negara abstain. Dan anggota tetap DK yang terdiri dari : AS, Inggris, Prancis, Rusia dan Cina tidak ada menggunakan hak vetonya,” seperti dilansir dari Al Arabiya, Ahad, (15/4/18).

Delapan negara yang menolak permintaan Rusia tersebut : AS, Inggris, Prancis, Belanda, Swedia, Kuwait, Polandia, dan Pantai Gading. Empat negara abstain : Ethiopia, Kazakhstan, Guinea Khatulistiwa dan Peru. Tiga negara mendukung : Rusia, Cina, Bolivia.

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara tersebut mengadakan sesi pertemuan darurat atas permintaan Rusia pasca serangan gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat, Perancis dan Inggris ke Suriah.

Hasil pemungutan suara mencerminkan dukungan yang kuat dari dunia internasional terhadap serangan gabungan AS dan sekutunya ke Suriah. Turki dan Arab Saudi dilaporkan juga memberikan dukungan atas serangan tersebut.

AS, Inggris dan Perancis mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan bersama ke Suriah adalah legal dan sah menurut hukum internasional setelah mendapatkan bukti yang kuat bahwa rezim Bashar Assad menggunakan senjata kimia yang menewaskan warga sipil di Douma, Suriah.

Sementara Rusia dan Suriah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada bukti penggunaan senjata kimia di Douma.

Duta Besar AS Nikki Haley untuk PBB menyatakan kepada Dewan bahwa terdapat “bukti yang jelas yang menunjukkan penggunaan senjata kimia oleh Assad”. Sementara Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa : “AS dan sekutunya terus menggunakan politik dan diplomasi internasional untuk membela kebijakannya. Nebenzia menyebut AS dan sekutunya telah melanggar Piagam PBB dan hukum internasional.” (DH/MTD)

Sumber : Al Arabiya, Daily Sabah | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here