Dokumen “Prince Charles in 1986” Ungkap Fakta Yahudi Eropa Penyebab Masalah Besar di Timur Tengah

760

Moslemtoday.com : Dalam sebuah surat yang baru terungkap sejak tahun 1986, Pangeran Charles menyalahkan masuknya orang asing dan Yahudi Eropa yang memperparah konflik Arab-Israel. Dalam surat tersebut, Pangeran Charles menyuarakan harapan bahwa beberapa presiden Amerika akan memiliki keberanian untuk melobi Yahudi suatu hari nanti.

Catatan tersebut, yang ditulis pada 24 November 1986, ditemukan di arsip publik dan kemudian dipublikasikan oleh media Inggris, Daily Mail. Pangeran Charles menulis surat itu setelah kunjungan resmi ke Arab Saudi, Bahrain dan Qatar dengan Putri Diana pada tahun 1986.

“Sekarang saya tahu bahwa orang-orang Arab dan Yahudi sebenarnya sama-sama orang Semit,” tulis pangeran Charles.

“Konflik ini adalah karena masuknya orang asing, orang Yahudi Eropa (terutama dari Polandia) yang telah menimbulkan masalah besar di Timur Tengah. Saya tahu ada banyak masalah yang kompleks, tapi bagaimana mungkin bisa mengakhiri terorisme kecuali jika penyebabnya dieliminasi? ” tanya Charles dalam suratnya.

“Tentunya beberapa presiden AS harus memiliki keberanian untuk berdiri dan mengambil lobi Yahudi di AS? Saya kita, pasti naif!” Charles menyimpulkan.

Editor the Jewish Chronicle, Stephen Pollard menggambarkan surat Pangeran Charles mengejutkan dan sepenuhnya dapat diprediksi.

“Bagi saya, ‘lobi Yahudi’ adalah salah satu tema anti-Semit yang telah bertahan selama berabad-abad. Mitos inilah orang-orang Yahudi yang sangat berkuasa yang mengendalikan kebijakan luar negeri atau media atau bank atau apapun … Bahwa [komentar] yang datang dari pewaris takhta itu meresahkan, untuk membuatnya lebih ringan,” katanya kepada Daily Mail.

Juru bicara Clarence House (rumah kerajaan) mengatakan bahwa pemikiran yang diungkapkan dalam surat 1986, sebenarnya bukan pandangan Pangeran Charles sendiri.

”Surat tersebut dengan jelas menyatakan bahwa ini bukan pemikiran Pangeran sendiri mengenai urusan Arab-Israel, namun mewakili pendapat beberapa dari mereka. Dia bertemu selama kunjungannya yang ingin dia interogasi,” bunyi pernyataan pihak Clarence House.

“Pangeran Charles hanya berbagi argumen dalam korespondensi pribadi, dalam upaya untuk memperbaiki pemahamannya tentang apa yang selalu dia kenali merupakan masalah yang sangat kompleks.” (DH/MTD)

Sumber : RT | Daily Mail

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here