Dolar AS Sentuh Rp 14.500, Ini Penjelasan BI

229

Moslemtoday.com : Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang pada perdagangan kemarin menembus level psikologis Rp 14.500/U$.

Posisi tersebut, membuat nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terdalam sejak Oktober 2015, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu, (21/7/2018).

Berbicara usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memaparkan dua faktor utama yang membuat rupiah tertekan.

Pertama, adalah pelemahan mata uang China. Ketika Yuan ‘dilemahkan’, maka sejumlah mata uang termasuk rupiah pun mendapat tekanan. Kedua, adalah kenaikan suku bunga Fed Fund Rate yang memicu penguatan dolar AS secara meluas.

“Jadi ini gabungan juga dengan The Fed, sehingga mendorong penguatan dollar index,” kata Mirza.

Meskipun rupiah menembus level terendah sejak Oktober 2015, namun BI merasa depresiasi mata uang Garuda masih lebih baik ketimbang negara-negara lain seperti India, Meksiko, Polandia, maupun Brasil.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan : “Jika melihat lebih luas, bukan hanya rupiah yang melemah, tetapi mata uang lainnya.” (DH/MTD)

Sumber : CNBC Indonesia

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here