Dr Mahathir : Raja Tidak Mau Melihat Saya Lagi

503

Moslemtoday.com : Dr Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Yang di-Pertuan Agong telah memutuskan untuk tidak melihatnya lagi. “Itulah situasinya sekarang. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan istana,” ungkap Dr Mahathir.

Tan Sri Muhyiddin Yassin telah resmi dilantik oleh Raja Malaysia sebagai Perdana Menteri yang baru menggantikan Dr Mahathir, pada Ahad pagi, 1 Maret 2020 di Istana Negara Malaysia. Namun Dr Mahathir menolak pengangkatan Muhyiddin sebagai Perdana Menteri.

“Pakatan Harapan memiliki mayoritas suara dengan 114 anggota parlemen mendukung kami, tetapi tampaknya hal itu diabaikan,” ujar Dr Mahathir, seperti dilansir dari Free Malaysia Today, Ahad, (1/3/2020).

Dr Mahathir mengatakan dia tidak memiliki kesempatan lagi untuk memberi tahu Raja bahwa Muhyiddin tidak memiliki mayoritas suara parlemen sehingga tidak pantas diangkat sebagai perdana menteri. Dr Mahathir membantah klaim Muhyiddin bahwa ia mendapat dukungan penuh dari anggota parlemen.

“Konstitusi menetapkan bahwa Raja dapat melantik seseorang jika mendapat dukungan mayoritas sebagai perdana menteri. Namun, jika dia tidak mendapat dukungan tersebut, maka dia tidak dapat memegang jabatan itu, karena ini adalah konstitusi,” kata Dr Mahathir.

“Tetapi yang ada, kita melihat seorang pria yang tidak memiliki dukungan mayoritas menjadi perdana menteri. Ini adalah hal yang aneh. Di sini kita melihat dari pemilihan yang sama, yang kalah membentuk pemerintah sementara pemenang menjadi oposisi,” ujar Dr Mahathir.

Ketika ditanya apakah pemerintah yang dipimpin oleh Muhyiddin ilegal, Dr Mahathir mengatakan : “Menurut konstitusi, Muhyiddin adalah bukan perdana menteri yang tepat”.

Namun, ada kalanya kandidat yang disebutkan oleh partai yang menang dalam pemilihan itu ditolak oleh Raja. “Jika Raja menolak dan mengangkat orang lain dan Dewan menerimanya, maka dia menjadi menteri besar atau perdana menteri. Tetapi hal itu diserahkan kepada Dewan,” Dr Mahathir menjelaskan. (DH/MTD)

Sumber : Free Malaysia Today | Redaktur : Hermanto Deli

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here