DR. Muhammad Arifin Badri : Jasa Besar HOAK Yang Patut Disyukuri

3800

Jasa Besar HOAK Yang Patut Disyukuri

Kemarin, banyak orang yang dieluk-elukkan sebagai pemikir, tokoh dan panutan ummat Islam. Namun dengan gelombang prahara yang ditabuh oleh hoak, sedikit demi sedikit tabir yang menutupi wajah mereka mulai tersibak.

Di saat semua ummat Islam gegap gempita mencela dan mengecam tindakan HOAK, sebagian tokoh imitasi terpaksa menampakkan jati dirinya.

Saya yakin anda tidak lagi samar mengenali tokoh tokoh yang dulu disebut sebagai pemikir, intelektual muslim, dan politikus muslim. Kini, semua mulai tahu siapa sejatinya mereka, yang tak lain dan tak bukan adalah orang orang yang telah menjual agama dan imannya kepada wong-wong aseng nan kafir.

Anda masih belum kenal siapa orang-orang yang saya maksud? Mudah, lihat dan baca saja komentar-komentar para politikus atau tokoh yang membela dan melindungi HOAK. Niscaya anda dengan mudah menemukan sederet figur yang kemaren disebut sebut sebagai tokoh muslim, namun kini semua telah tersingkap.

Merekalah yang selama ini rajin dan gigih membuka pintu dan menghamparkan karpet merah untuk menyambut kahadiran aseng, kafir dan musuh-musuh Islam.

Sebagaimana mereka itu pula yang selama ini dengan gigih menggerogoti sendi sendi kekuatan ummat Islam dan melunturkan iman masyarakat.
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Al Anfal 60)

Namun, di saat jurang pemisah antara islam dan kafir mulai terbuka, maka mulailah kelihatan sebenarnya kepada kelompok mana mereka berpihak?

Kemarin banyak ummat yang alergi bila dikatakan bahwa ada sebagian orang yang ditokohkan, jiwa dan hatinya selalu bersama dengan juragannya, orang-orang kafir para penyandang dana. Kini, banyak dari ummat yang mulai menyadari kehadiran para munafikun di tengah tengah ummat Islam.

Namun tahukah anda sobat, apa yang paling dibenci oleh para budak budak tersebut? Mereka sangat benci kepada semaraknya masjid dengan pengajian pengajian, sholat lima waktu, wanita yang berjilbab sempurna, dan yang paling dibenci ialah gelombang seruan ummat untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Allah berfirman:
وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُوْلَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ {47} وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ
Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. (An Nur 47-48)

Sobat! ayo kita bersama sama kembali kepada Al Qur’an dan As SUnnah, jauh dari noda budaya, akal pikiran dan hawa nafsu, sepenuhnya tunduk dan patuh kepada perintah dan larangan Allah Ta’ala.

Sumber : Fanspage DR. Muhammad Arifin Badri, MA

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here