Duh…Pasar Ayam 90 Persen Dikuasai Asing

345

Moslemtoday.com : Barang impor yang masuk ke Indonesia dan bersaing dengan produk lokal, bukan hal baru yang didengar. Fenomena itu pula yang membuat peternak ayam broiler lokal setingkat UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merasa kesulitan bersaing dengan perusahaan-perusahaan impor kelas kakap.

Menurut Perwakilan Forum Komunikasi Peternak Ayam Millennial Jawa Barat, Nurul Ikwan, para peternak memerlukan peran pemerintah agar dapat memenetrasi geliat peternak lokal dalam melangsungkan bisnisnya. Salah satunya dengan cara membatasi impor ayam broiler yang masuk. Serta, meningkatkan kemampuan kualitas dan kuantitas peternak lokal setingkat UMKM.

“Itu terjadi akibat mudahnya perusahaan-perusahaan asing skala besar yang mencari makan di tanah Ibu Pertiwi ini. Tentunya kita sebagai peternak rakyat yang memiliki modal pas-pasan hanya bisa pasrah,” ujar Ikwan, kepada wartawan, Selasa (13/10).

Ikwan mengatakan, bagaimana tidak pasrah, kenyataannya setelah beberapa perusahaan melakukan merger, maka 90 persen pangsa pasar dalam negeri bakal dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing yang dianggap memiliki modal besar. Hal itu, bukan hanya prediksi peternak semata, melainkan juga dibenarkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Menurutnya, ada 15 perusahaan yang memiliki izin impor GPS (Grandparent Stock) indukan nenek ayam. “Data itu dinyatakan Kepala Seksi di bawah Ditjen Perdagangan Dalam Negeri pada kegiatan Rembug Perunggasan Nasional di Bogor bulan lalu,” katanya.

Fakta di lapangan, kata dia, menunjukkan bahwa ada dua perusahaan industri ayam asing asal Thailand dan perusahaan dengan kepemilikan saham asal Singapura telah menjadi pemegang pangsa pasar ayam nasional masing-masing sebanyak 40 dan 30 persen.

Selain itu, kata dia, 20 persen pangsa pasar ayam nasional lainnya dikuasai perusahaan asing asal Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan. Sementara itu 8 persennya dimiliki oleh delapan perusahaan lokal yang sudah memiliki izin dalam pengembangan budidaya peternakan hingga dapat menjual Live birds (ayam hidup).

Sumber : Republika.co.id

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here