Edy Rahmayadi soal Inflasi di Sumut: Terlalu Banyak Orang Merokok

86

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan salah satu faktor kenaikan harga barang atau inflasi di daerahnya adalah terlalu banyak orang merokok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dibagikan Edy, rokok kretek filter menempati urutan ketiga daftar komoditas penyumbang inflasi. Rokok kretek filter menyumbang 0,23 persen terhadap inflasi Sumatera Utara.

“Penyumbang inflasi ini klasik, bensin, angkutan udara, kretek, terlalu banyak merokok orang di sini, beras, angkutan dalam kota,” kata Edy dalam rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi daerah yang digelar secara hibrida di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (5/12/2022).

Edy berkata kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga mempengaruhi inflasi di Sumatera Utara. Komoditas itu menyumbang 1,15 persen inflasi di Sumatera Utara.

Komoditas lain yang menyumbang inflasi di Sumatera Utara menurut Edy adalah angkutan udara (0,25 persen), beras (0,21 persen), dan angkutan dalam kota (0,21 persen).

Dia berkata sebenarnya Pemprov Sumatera Utara menargetkan inflasi year on year pada November 2022 sebesar 4,5 persen. Namun, target itu meleset dan inflasi di Sumatera mencapai 5,03 persen.

Edy menyampaikan pihaknya telah merespons hal itu dengan merapatkan barisan pemerintah kabupaten/kota. Ia memanggil semua kepala daerah di kabupaten dan kota untuk menegaskan pengendalian inflasi.

“Kami melibatkan Forkopimda, kami undang bupati, wali kota, kita informasikan, kita dikte bersama-sama sehingga inilah yang bisa kita kendalikan,” ujar Edy.

Sumber : CNNIndonesia.com

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here