Ekslusif : Emir Qatar Terbukti Menandatangani Perjanjian GCC yang Telah Dilanggar Qatar

2526

Moslemtoday.com : Dokumen Perjanjian Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang tersebar ke publik membuktikan bahwa Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani telah menandatangani kesepakatan tersebut. Dokumen tersebut merupakan MOU bersama anggota GCC tentang Kebijakan di Teluk yang telah disepakati bersama pada tahun 2013 dan 2014.

Tanda tangan Emir Qatar pada dokumen tersebut membuktikan bahwa Koalisi Arab tidak sembarangan melakukan blokade terhadap Qatar sebagaimana pernyataan Menlu Qatar, Sheikh Muhammad Bin Abdurrahman Al-Thani yang menyebut bahwa tuntutan koalisi Arab tidak berdasar dan tak memiliki bukti.

Arab Saudi, Mesir, Bahran dan UEA sepakat memutus hubungan diplomatik dan melakukan blokade darat, laut dan udara terhadap Qatar pada 5 Juni bulan lalu sebagai konsekwensi atas pelanggaran terhadap Pejanjian GCC. Koalisi Teluk Arab tersebut menyebut Qatar telah melanggar Perjanjian Dewan Kerjasama Teluk yang telah disepakati bersama pada 2013 dan 2014.

Tanda tangan Emir Qatar tersebut ada di setiap dokumen kesepakatan. Sheikh Tamim juga menandatangani sebuah pernyataan yang memberi kebebasan kepada negara-negara Teluk untuk melakukan tindakan terhadap Qatar jika terjadi pelanggaran.

Sheikh Tamim juga menandatangani dokumen kesepakatan untuk menghentikan dukungan kepada Ikhwanul Muslimin dan anggotanya. Kesepakatan tersebut juga menyatakan bahwa Qatar tidak akan mendukung organisasi atau kelompok manapun di Yaman yang merusak hubungan internal atau hubungan dengan negara-negara sekitarnya.

Sheikh Tamim juga menandatangani kesepakatan untuk tidak ikut campur tangan dalam urusan internal salah satu Negara GCC secara langsung atau tidak langsung. Sheikh Tamim juga menyatakan kepatuhan terhadap kebijakan-kebijakan luar negeri yang disepakati bersama Dewan Kerjasama Teluk.


Dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa tuntutan-tuntutan yang diambil GCC terhadap anggota yang melanggar kesepakatan bukan termasuk “pelanggaran kedaulatan.” Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad, terbukti menandatangani semua dokumen kesepakatan. Perjanjian tersebut juga menetapkan bahwa “jika terjadi ketidakpatuhan oleh negara anggota, maka hak Negara lain untuk mengambil apa yang dianggap tepat untuk melindungi keamanan dan stabilitas Teluk.” (DH/MTD)

Klik Sumber : Al Arabiya

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here