Emir Kuwait di Penutupan KTT GCC: ‘Nasib GCC Mungkin Akan Bubar’

779

Moslemtoday.com : Struktur Dewan Kerjasama Teluk / Gulf Cooperation Council (GCC) mungkin harus segera diubah dalam waktu dekat untuk menyelamatkan GCC dari dampak krisis diplomatik yang semakin meningkat di antara enam negara anggotanya. Hal itu diungkapkan Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad Al Sabah.

Sheikh Sabah al-Ahmad Al Sabah menyampaikan pidato penutupannya sebagai acara puncak KTT GCC di Kuwait. “Kita mungkin harus mengubah sistem GCC agar memiliki mekanisme untuk menghadapi tantangan ke depan, (jika tidak, nasib GCC ini akan segera bubar),” ungkap Sheikh Sabah, seperti dilansir dari Al Jazeera, Rabu, (6/12/17).

Sheikh Sabah juga mengisyaratkan untuk membentuk sebuah komisi khusus untuk menangani perpecahan di antara negara anggota GCC. Arab Saudi, UEA dan Bahrain sampai saat ini masih memberlakukan blokade Teluk terhadap Qatar yang sudah memasuki masa enam bulan sejak 5 juni lalu.

“Banyak kritik dalam beberapa bulan terakhir datang dari orang-orang yang menanyakan di mana peran GCC dalam menyeleseikan krisis di antara negara anggotanya. Kenyataannya adalah, jika ada kepentingan tulus untuk menyelesaikan krisis ini, maka setidaknya kita akan melihat setiap kepala negara anggota di sini.” 

‘GCC Gagal’

KTT GCC ke-38 yang diselenggarakan di Kuwait berlangsung tepat enam bulan setelah pengumuman blokade Qatar oleh Arab Saudi, UEA dan Bahrain.

“Fakta bahwa GCC telah gagal adalah terlihat dengan tidak adanya kemajuan sejati dalam menjembatani krisis antara Qatar dengan negara-negara tetangganya, padahal mereka sesama anggota GCC,” ungkap Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera.

Sementara itu, UEA dan Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka telah membentuk aliansi baru di segala bidang ekonomi, militer, sosial budaya yang terpisah dari GCC.

Pengumuman tersebut, dikombinasikan dengan tidak hadirnya pejabat tingkat tinggi dari negara-negara pemblokir : Arab Saudi, UEA dan Bahrain.

Baca juga : 

“Negara-negara itu hanya mengirim diplomat tingkat rendah untuk mewakili mereka. Bahrain hanya mengirim diplomat tingkat ketiga, wakil perdana menteri. Arab Saudi mengirim menteri luar negeri Adel al-Jubeir, UEA hanya mengirim delegasi menteri. Sementara Oman yang selama ini mendukung Qatar, hanya mengirim seorang pejabat tinggi mewakili Sultan Qaboos bin Said al Said,” lapor Alshayyal kepada Al Jazeera.

“Ini menunjukkan bahwa mereka tidak lagi peduli dengan GCC.”

Sementara itu, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani tetap menghadiri pertemuan puncak KTT GCC bersama Emir Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad Al Sabah. “Saya penuh harapan bahwa KTT ini akan menghasilkan solusi yang akan menjaga keamanan Teluk dan stabilitasnya,” ungkap Sheikh Tamim.

Sheikh Sabah, yang telah memediasi Qatar dengan blok yang dipimpin Saudi, memperingatkan potensi runtuhnya GCC jika krisis berlanjut. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here