Emir Qatar Akan Tetap Hadiri KTT Teluk di Tengah Krisis Diplomatik

546

Moslemtoday.com : Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani akan menghadiri pertemuan penting KTT Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Kuwait pekan ini. Hal itu diungkapkan oleh menteri luar negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.

Menlu Qatar mengatakan bahwa pemimpin Qatar telah menerima undangan untuk menghadiri acara tersebut yang akan diadakan di Kuwait mulai hari Selasa besok. KTT ini merupakan pertemuan pertama negara-negara anggota GCC sejak pemberlakuan blokade Teluk terhadap Qatar setelah berlalu enam bulan sejak awal Juni lalu.

“Saya akan menghadiri pertemuan dewan menteri besok dan Emir akan menghadiri pertemuan puncak,” ungkap Sheikh Mohammed Al Thani, seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin, (4/12/17).

“Pertemuan ini penting agar sistem GCC tetap hidup. Pekan lalu, Kuwait telah mengirim undangan ke enam negara anggota GCC, namun tidak jelas apakah semua pemimpin lainnya akan hadir.”

Sejak awal blokade oleh Arab Saudi, UEA dan Bahrain – serta Mesir – di Qatar pada tanggal 5 Juni, Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah telah bertindak sebagai mediator untuk mengakhiri perselisihan tersebut.

Pada bulan Oktober, Sheikh Sabah memperingatkan potensi keruntuhan GCC jika krisis terus berlanjut.

“Bertentangan dengan harapan kita dan harapan kami, krisis Teluk berpotensi meningkat, oleh karena itu, kita semua harus sepenuhnya menyadari konsekuensi potensialnya,” ungkap Sheikh Sabah saat itu.

Sementara, Pada akhir Oktober, Raja Bahrain mengatakan bahwa negaranya tidak akan ambil bagian dalam pertemuan puncak GCC atau pertemuan yang dihadiri oleh Qatar kecuali Qatar memperbaiki pendekatannya.

‘Potensi Perpecahan menjadi Dua GCC’

GCC adalah aliansi politik dan ekonomi negara-negara di Jazirah Arab, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Marwan Kabalan, Direktur analisis kebijakan di Institut Doha, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa bahaya keruntuhan GCC adalah nyata.

“Emir Kuwait tahu betul bahwa jika krisis berlangsung lama, kita akan melihat dua blok di dalam GCC. Yang satu dipimpin oleh Arab Saudi, UEA dan Bahrain, dan yang lainnya akan dipimpin Qatar, Oman dan sedikit banyak, mungkin Kuwait akan mendukung Qatar,” ungkapnya.

“Jadi kita akan memiliki dua GCC, bukan satu.”

Qatar berpendapat bahwa tidak ada pembenaran yang sah atas tindakan kelompok yang dipimpin oleh Saudi, yang menyebut tindakannya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Kabalan mengatakan bahwa Arab Saudi dan UEA, khususnya, “masih tertarik pada tuntutan agar Qatar menyerah sepenuhnya dan memenuhi tuntutan mereka”. “Namun Ini sesuatu yang tidak akan dilakukan oleh Qatar,” katanya.

“Qatar telah memperbaikinya berkali-kali, oleh emir Qatar dan pejabat Qatar lainnya, bahwa mereka tidak dapat menerima penyerahan sepenuhnya. Mereka menginginkan negosiasi, mereka ingin konsesi bersama dari semua pihak, untuk menyelesaikan krisis,” ungkap Kabalan. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here