Emir Qatar Kecam Blokade Teluk di Sidang Umum PBB

837
Akses lebih mudah… Download Web Apps Moslemtoday.com via Google Play Store: Klikhttps://play.google.com/store/apps/details?id=com.moslemtoday.moslemtoday

Moslemtoday.com : Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa sekelompok negara Arab yang telah memberlakukan blokade terhadap Qatar sedang berusaha untuk mengacaukan Qatar sebagai sebuah negara yang berdaulat.

“Saya berdiri di hadapan Anda sementara negara saya dan rakyat saya terkena blokade yang terus-menerus dan tidak adil yang diberlakukan sejak 5 Juni lalu oleh negara-negara tetangga saya,” ungkap Sheikh Tamim yang berbicara dalam Sidang Umum PBB di New York pada hari Selasa (19/09), sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera.

Sheikh Tamim mempertanyakan bukankah blokade ini termasuk defenisi dari “terorisme”?, Sheikh Tamim mengatakan bahwa langkah-langkah pemblokiran ini adalah sebuah serangan terhadap negara berdaulat dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Negara-negara yang memberlakukan blokade kepada negara Qatar telah mencampuri urusan dalam negeri di banyak negara, dan menuduh semua pihak yang menentang mereka di dalam dan di luar negeri dengan sebutan terorisme. Dengan melakukan hal tersebut, mereka sendiri telah menimbulkan kerusakan pada perang melawan teror,” ungkap Sheikh Tamim.

“Kami menolak menyerah pada tekanan dan pengepungan.”

Sheikh Tamim juga kembali menyerukan dialog untuk mengakhiri krisis diplomatik terburuk di Teluk itu, dengan mengatakan bahwa negaranya terbuka untuk menyelesaikan perselisihan tersebut melalui perundingan tanpa prasyarat.

Sheikh Tamim mengatakan bahwa sebuah dialog tanpa syarat yang didasarkan pada saling menghormati kedaulatan sangat diperlukan.

Sementara menyikapi krisis Rohingya dan Palestina, Sheikh Tamim menyerukan pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap minoritas Rohingya dan meminta warga Palestina untuk menyelesaikan rekonsiliasi nasional mereka.

Sheikh Tamim juga mengatakan bahwa Israel terus menghalangi perdamaian penuh dan abadi dengan menolak prakarsa perdamaian Arab tahun 2002 dan tetap melanjutkan kebijakan provokatifnya di wilayah-wilayah pendudukan. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here