END OF KASHOGGI

509

END OF KASHOGGI

Penyidik Saudi resmi mengumumkan Kashoggi dibunuh didalam konsulat. Entah siapa yang membunuhnya dari 15 org yang ditugaskan untuk membujuk Kashoggi. Proses dengan sebab kematiannya pun belum jelas. Apakah meninggal karena cekikan itu sendiri atau karena jantung mengingat usianya yang hampir 60 tahun.

Tim tsb ditugaskan membujuk Kashoggi agar kembali ke Saudi. Keberadaannya dan kekritisannya di luar Saudi, rentan dimanfaatkan pihak lain. Sedikit-banyaknya ini benar. Jika kita saksikan wawancara thd Kashoggi, baik oleh media AS, Turki, atau Qatar, cenderung seolah menyaksikan wawancara MetroTivu yang menggiring pertanyaan terhadap narasumber.

Satu-satunya esensi kritik Kashoggi adalah kepada pangeran MBS yang dinilainya ingin memajukan Saudi (dan ini positif bagi Kashoggi), namun dengan cara menumpuk kekuasaan di sekitarnya. Kashoggi protes thd banyaknya penangkapan
terhadap ulama dan aktivis. Menurutnya, MBS tdk perlu melakukan itu semua krn justru apa yang dilakukan MBS itu baik dan disetujui masyarakat Saudi.

Dalam sebuah wawancara dgn televisi Turki, Kashoggi ditanya, “apakah Saudi dapat maju jika hukum-hukum syariat yang menghalangi kebebasan, tetap diberlakukan?” (anda dapat menilai kualitas pertanyaan ini). Kashoggi menjawab, “Bisa ya bisa tdk. Contohnya Cina yang maju meski anti demokrasi”.

Pembunuhan Kashoggi

Pembunuhan Kashoggi jelas adalah kerja intelijen yang berarti juga akan selalu ada missing-link antar otoritas. Satu regu yang diberi tugas intelijen, bersifat komando sekaligus independen. Paling jauh hanya 2 level rantai komando yang bisa ditelusuri. Hal itu krn satuan2 tsb punya wewenang menterjemahkan garis kebijakan level di atasnya. Jadi jika kasus ini tidak dapat ditelusuri hingga ke level pangeran MBS, hal tsb dpt dimaklumi. Jangankan sampai ke MBS, ke kepala intel Saudi saja tdk akan sampai.

Melihat reaksi bbrp negara thd kasus ini, menunjukkan interest negara2 tsb thd Saudi. AS, Turki, Qatar, dan Iran adalah negara2 yg punya interest thd Saudi. Bisa dimaklumi jika negara-negara lain mendukung upaya Saudi, selebihnya cuek saja.

Peristiwa operasi pembunuhan intelijen sendiri sering terjadi. Diplomat2 Saudi sdh sering jadi korban, mulai dari pembunuhan diplomat Saudi di Pakistan, Bangladesh, atau di Sudan. Jangan lupa pula upaya pembunuhan menlu Saudi, Adel al-Jubeir, yang ditembak ketika berada di AS. Berita2 ini lenyap begitu saja.

Menilai Kejadian Tsb

Menilai akibat operasi intelijen tidak dapat dilakukan secara hitam putih. Kita tentu ingat kasus pembunuhan Theys Hiyo Eluay, tokoh separatis Papua yang diculik dan dibunuh 10 Nopember 2001. Dunia internasional mengecam, lalu dilakukan penyelidikan.

Hasilnya beberapa “oknum” Kopassus didakwa melakukan pembunuhan tsb. Beberapa “oknum” tsb akhirnya dipecat secara tdk terhormat. Kasus ini tidk pernah naik ke level komando di atasnya.

Apakah Kashoggi hanyalah seorang jurnalis ataukah seorang pengkhianat negara yang pantas dilenyapkan, kita hanya bisa menerka-nerka. Yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakan semoga amal kebaikannya diterima Allah dan dosa-dosanya diampuni.

Allahummaghfirlahu wa ‘aafihi wa’fu anhu…

Oleh : Ismail Rajab 

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here