File yang bocor mengungkapkan tindakan keras Iran pasca-revolusi terhadap jurnalis

106
Foto : Reuters

Moslemtoday.com : Pemerintah Iran menangkap, memenjarakan atau mengeksekusi setidaknya 860 wartawan dalam tiga dekade antara revolusi Iran pada 1979 dan 2009, menurut dokumen yang dibocorkan kepada kelompok pemantau media Reporters Sans Frontieres (RSF). Seperti dilansir dari Reuters, Jumat, (8/2/2019).

Pada konferensi pers di Paris yang dihadiri oleh pengacara hak asasi manusia Iran Shirin Ebadi, penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2003, RSF mengatakan whistleblower telah menyerahkan 1,7 juta catatan yang merinci proses peradilan terhadap sejumlah warga, termasuk minoritas, lawan pemerintah dan jurnalis.

Sekretaris Jenderal RSF Christophe Deloire mengatakan bahwa kelompok tersebut telah menghabiskan waktu berbulan-bulan memeriksa silang catatan-catatan tersebut dengan kasus-kasus yang didokumentasikan sendiri dan kasus-kasus dari LSM lain, dan telah menetapkan bahwa ratusan wartawan telah menjadi sasaran oleh negara Iran.

“File tersebut adalah daftar dari semua penangkapan, pemenjaraan dan eksekusi yang dilakukan oleh otoritas Iran di wilayah Teheran selama tiga dekade,” kata RSF.

Perwakilan dari pemerintah Iran tidak segera dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Kamis, karena merupakan hari libur di Iran. Tetapi minggu lalu pihak berwenang Iran menegaskan bahwa tidak ada tahanan politik yang ditahan di negara itu.

RSF merilis laporan itu bertepatan dengan peringatan 40 tahun revolusi Islam Iran yang membawa Ayatollah Ruhollah Khomeini berkuasa.

“Setelah berbulan-bulan penelitian terperinci bekerja pada entri file, RSF berada dalam posisi untuk mengatakan bahwa setidaknya 860 jurnalis dan jurnalis warga ditangkap, dipenjara dan dalam beberapa kasus dieksekusi oleh rezim Iran antara 1979 dan 2009, periode di mana RSF memfokuskan penelitiannya. ”

Deloire mengatakan organisasinya akan merujuk file tersebut kepada komisaris tinggi PBB untuk hak asasi manusia dengan harapan langkah lebih lanjut dapat diambil untuk meminta pertanggungjawaban Iran.

“Keberadaan file ini dan jutaan entri tidak hanya menunjukkan skala kebangkrutan rezim Iran … tapi intrik tanpa henti yang digunakan selama 40 tahun untuk menganiaya pria dan wanita karena pendapat atau pelaporan mereka,” katanya.

Bulan lalu, Amnesty International mengeluarkan laporan yang menuduh pemerintah Iran melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat selama 2018 dengan lebih dari 7.000 orang ditangkap, di antaranya pelajar, jurnalis, juru kampanye lingkungan, dan pengacara.

Dalam analisisnya, RSF mengatakan telah mengidentifikasi setidaknya empat wartawan yang dieksekusi, termasuk Simon Farzami, seorang Swiss-Iran asal Yahudi yang merupakan kepala biro kantor berita Prancis Agence France-Presse ketika ia ditangkap pada 1980.

Di antara 860 orang tersebut adalah wanita sebanyak 218 orang.

Selain para jurnalis yang ditangkap atau dipenjara, RSF mengatakan file-file itu menunjukkan 61.900 tahanan politik telah ditahan sejak 1980-an, serta lebih dari 500 dari mereka berusia antara 15 dan 18.

Dikatakan file ditambahkan ke bukti pembantaian pada tahun 1988 di mana sekitar 4.000 tahanan politik dieksekusi atas perintah Khomeini antara Juli dan September. Iran selalu membantah bahwa pembantaian semacam itu terjadi.

Sumber : Reuters | Redaktur : Fairuz syaugi
Copyright © 1439 Hjr. (2019) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here