Filipina bantah akan memindahkan kedubesnya di Tel Aviv ke Jerusalem

643

Moslemtoday.com : Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano membantah bahwa Filipina akan memindahkan kedubesnya di Tel Aviv ke Jerusalem. Cayetano mengatakan bahwa Israel tidak pernah meminta Filipina untuk mempertimbangkan rencana tersebut.

“Agar adil terhadap Israel, mereka belum memberi tahu atau meminta kami untuk memindahkan kedutaan kami,” ungkap Cayetano kepada GMA Network (Jaringan Televisi dan Radio Komersial Utama di Filipina) dalam sebuah wawancara.

“Sebenarnya, mereka mengklarifikasi laporan kepada media mereka bahwa Filipina tidak berkomunikasi dengan mereka bahwa kami akan memindahkan kedutaan kami atau tidak,” tambah Cayetano.

Israel dalam salah satu siaran radionya mengatakan bahwa 10 negara, termasuk Filipina, Rumania dan Sudan Selatan, sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kantor diplomatik mereka dari Tel Aviv ke Jerusalem setelah melakukan pembicaraan dengan Israel.

Namun, memindahkan kedutaan ke Jerusalem akan mengakui kota yang diperselisihkan oleh Israel dan Palestina sebagai ibukota Israel. Saat ini, semua kantor kedutaan yang menjalin misi diplomatik dengan Israel berlokasi di Tel Aviv.

“Kami telah berkomunikasi dengan jelas kepada semua teman kami di Timur Tengah bahwa tidak ada diskusi ataurencana untuk memindahkan kedutaan Filipina dari Tel Aviv,” tambah Cayetano.

“Kami mendukung untuk penyelesaian konflik secara damai,” kata Cayetano. “Dalam diplomasi, kecuali ada situasi mendesak, Anda tidak hanya mengambil lompatan besar. Anda harus mempelajari semua ini. Akan ada tindakan menyeimbangkan.”

“Plus, ada begitu banyak sejarah dan konteks di sana.” ungkap Cayetano.

Selanjutnya Cayetano menekankan bahwa “sebagian besar kebijakan luar negeri Filipina adalah untuk melindungi 10 juta orang Filipina di luar negeri” yang sebagian besar bekerja di Timur Tengah.

“Itulah mengapa kami menganggap mereka semua adalah teman, bukan musuh. Beberapa orang menilai abstainnya kami sebagai dukungan ke salah satu pihak. Tapi itulah namanya prinsip dan itu adalah hak kebijakan luar negeri kami,” tambah Cayetano.

Filipina termasuk di antara 35 negara yang abstain dari pemungutan suara Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan lalu mengenai keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump yang secara sepihak menyatakan Jerusalem sebagai ibukota Israel. (DH/MTD)

Sumber : GMA Network | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2017) – Moslemtoday.com

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here