(Foto) Ini Sosok Daftar Pengusaha Tajir yang Diciduk Komite Anti-Korupsi Arab Saudi

1170

Moslemtoday.com : Sebanyak 11 pangeran, 4 menteri yang tengah menjabat dan puluhan mantan menteri ditangkap oleh Komite Anti-Korupsi Arab Saudi. Penangkapan dilakukan terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi.

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah tokoh penting, mulai dari menteri, mantan menteri, para pangeran, hingga pengusaha ditahan komite yang dipimpin Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, tersebut.

Berdasarkan laporan dari saluran Televisi Pemerintah Arab Saudi, Al Arabiya, setidaknya ada 11 Pangeran Kerajaan Arab Saudi, empat orang menteri, sejumlah mantan menteri ditangkap. Tidak hanya orang di sekitar pemerintahan, sejumlah pengusaha terkenal asal Arab Saudi juga disebut ditangkap oleh Komite Anti Korupsi Arab Saudi tersebut.

Berikut profil sebagian pengusaha dan menteri yang ditangkap Komite Anti Korupsi Arab Saudi, seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (6/11/2017) :

Pangeran Alwaleed Bin Talal

Saudi Prince Al-Waleed bin Talal

Pangeran Alwaleed bin Talal adalah seorang pengusaha miliarder dan pemilik raksasa investasi Saudi Kingdom Holding. Dengan kekayaan bersih sebesar $ 17 miliar AS, menurut majalah Forbes, dia adalah salah satu orang terkaya di dunia.

Alwaleed dan perusahaannya tercatat memiliki saham yang cukup besar di sejumlah firma teknologi dan perusahaan media, mulai dari Lyft, Twitter, Apple, Citigroup, dan News Corp. Pada tahun 2008, Pangeran Alwaleed terdaftar dalam daftar majalah Time dari 100 orang yang paling berpengaruh di dunia.

Waleed Ibrahim

Waleed Ibrahim adalah Bos Media MBC (Middle Eastern Broadcasting Company). MBC merupakan perusahaan media swasta terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Dia mendirikan MBC pada tahun 1991. Waleed dikenal sebagai salah satu sosok yang berhasil merubah wajah industri media di kawasan Timur Tengah. Waleed pun kerap masuk ke dalam daftar 50 pebisnis Arab paling berpengaruh. Dalam 26 tahun operasinya, MBC telah memperluas ke total 18 saluran TV.

Amr-Al Dabbagh

Amr Al Dabbagh adalah ketua dan CEO perusahaan induk milik keluarga Al-Dabbagh Group. Dia juga mantan presiden Otoritas Investasi Umum Arab Saudi (SAGIA). Dabbagh mengundurkan diri dari pelayanan publik pada tahun 2012 setelah dua tahun masa jabatan di SAGIA dengan jabatan menteri.

Al-Dabbagh Group, yang didirikan pada tahun 1962, merupakan konglomerat terdiversifikasi dengan perusahaan-perusahaan di lebih dari 60 negara. Pada tahun 2015, Dabbagh mendirikan Philanthropy University untuk menyediakan kursus online gratis dalam kepemimpinan dan manajemen bagi pengusaha. Kehadiran universitas ini diharapkan bisa membantu merubah kondisi sosial di Arab Saudi.

Saleh Abdullah Kamel

Saleh Abduallah Kamel adalah pendiri dan ketua konglomerat Jeddah Dallah al Baraka Group. Perusahaan multi sektor berfokus pada layanan kesehatan, lingkungan, makanan dan keuangan. Menurut Forbes, Kamel memiliki kekayaan bersih lebih dari $ 2 miliar. Dia juga presiden Al Baraka, kelompok perbankan Islam, yang beroperasi di seluruh Timur Tengah, Indonesia dan Pakistan.

Ibrahim al-Assaf

Al-Assaf menjabat sebagai Menteri Keuangan selama lebih dari 20 tahun. Dan menjabat sebagai Menteri negara Arab Saudi sejak November 2016. Al-Assaf juga merupakan anggota dewan direksi raksasa minyak Aramco Saudi saat ini. Al-Assaf yang saat ini berusia 68 tahun ini memiliki gelar Doktor Ph.D di bidang ekonomi dan memiliki posisi yang cukup tinggi di dalam struktur Internasional Monetary Fund (IMF) dan World Bank.

Bakr bin Laden

Bakr bin Laden, 69, adalah saudara almarhum pemimpin al-Qaeda, Osama bin Laden. Dia adalah pemilik dan pemegang saham terbesar dari perusahaan konstruksi Jeddah Binladin Group (SBG) yang berbasis di Jeddah. Di antara berbagai proyek nasional dan internasionalnya, perusahaan tersebut telah terlibat dalam perluasan Masjidil Haram di Mekkah, pembangunan Bandara Internasional Abdulaziz Jeddah, serta bandara lainnya di Kairo, Aden, Doha dan Damaskus.

Saud al-Daweesh

Saud Al Daweesh
Interview and Cover shots

Saud al-Dawish adalah mantan CEO Saudi Telecom Company (STC). Al-Dawish mengundurkan diri dari jabatannya di tahun 2012 setelah masa jabatan tiga tahun.

Khaled al-Mulhem


Khalid Abdullah Abdulaziz bin Abdullah al-Mulhem adalah mantan direktur jendral Saudi Arabian Airlines, maskapai penerbangan nasional Arab Saudi. Sebelum bertugas di Saudia, Mulhem juga menjabat sebagai presiden Saudi Telecom Company selama lima tahun. al-Mulhem saat ini mengawasi bisnis keluarga dengan merk “Khaled A Al-Melhem & Bros Company” yang berbasis di Dammam, yang mengoperasikan penjualan peralatan sanitasi dan plumbing. (DH/MTD)

Sumber : Al Jazeera

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here