Gantung 36 Militan ISIS, Irak Diprotes Kelompok HAM

691
A general view of Nasiriya prison in the southern Iraqi city of Nasiriya, August 21, 2016. REUTERS/Stringer EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE. TPX IMAGES OF THE DAY

Moslemtoday.com : Pemerintah Irak mengeksekusi 36 orang militan ISIS pada Minggu 21 Agustus 2016. Mereka dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian 1.700 tentara di Pangkalan Militer Speicher pada 2014.

Namun, kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) Amnesti Internasional (AI) mengutuk keras eksekusi mati tersebut. Kelompok yang berbasis di London, Inggris itu menyatakan sejumlah pengakuan yang dikeluarkan para tersangka dibuat di bawah ancaman serta penyiksaan.

AI mendesak otoritas Irak memberlakukan moratorium terhadap hukuman mati. Mereka juga mendesak agar otoritas Irak melakukan persidangan yang transparan dan adil kepada para terduga pelaku pembantaian tersebut.

“Salah satu yang dieksekusi dipaksa mengaku membunuh 60 kadet di Speicher setelah menerima ancaman istri dan saudarinya akan diperkosa. Ia juga disiksa serta diestrum dengan kabel beraliran listrik,” bunyi permintaan AI, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (23/8/2016).

Pemerintah Irak sendiri mendapat tekanan hebat dari para politikus Syiah untuk mengeksekusi mati para militan itu. Tekanan makin hebat setelah bom yang terjadi di Distrik Karrada, Baghdad menewaskan sedikitnya 324 orang pada 3 Juli.

Menteri Kehakiman Irak Haidar al Zamili memastikan eksekusi mati dengan hukuman gantung akan tetap dilanjutkan meski diprotes oleh berbagai pihak, termasuk PBB dan sejumlah aktivis kemanusiaan lainnya. (Okz)

Sumber : Reuters

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here