Gereja Orthodox di Palestina Menjual Lebih Banyak Properti untuk Perusahaan Zionis Di Israel

2489

Moslemtoday.com : Banyak properti milik Kristen Ortodoks di Yerusalem, Jaffa dan Caesara dijual dengan harga yang sangat rendah dan harga yang dipertanyakan kepada perusahaan-perusahaan di luar negeri yang bebas pajak.

Dokumen yang diperoleh surat kabar Israel tampaknya menunjukkan perusahaan yang tidak diketahui membeli gedung perkantoran bertingkat tiga di jalan King David  di kota Yerusalem seharga $ 850.000 – sebuah area yang banyak ruang ritel perdana.

Kesepakatan lain juga mencakup penjualan area seluas 2,3 dunum (0,0023 kilometer persegi) di lingkungan Al-Baqaa kota Yerusalem seharga $ 350.000; harga yang sangat rendah untuk area yang sangat diminati dan dicari.

Di tempat lain di wilayah ini, sekitar 6 dunum (0.006 kilometer persegi) di dekat menara Jam Plaza di kota Jaffa, yang terdiri dari puluhan tempat bisnis, terjual hanya dengan harga $ 1,5 juta. Area lainnya seluas 430 dunum (0,43 kilometer persegi) di Kaisarea, termasuk sebagian besar taman nasional juga dijual dengan harga hanya $ 1 juta.

Alasan banyaknya penjualan properti dengan harga murah ini tetap menjadi sebuah misteri.  Catatan penjualan menunjukkan bahwa area yang dijual ini telah dijual kembali ke perusahaan lain, dokumen juga terdaftar di tempat penampungan pajak. Karena pembeli adalah perusahaan asing di tempat bebas pajak, maka tidak mungkin mendapatkan informasi tentang pemilik baru.

Akibatnya, ribuan penduduk kota Yerusalem hidup dalam ketidakpastian tentang masa tinggal mereka di rumah mereka. Beberapa mengalami kesulitan menjual properti mereka atau bahkan memasang lift di gedung mereka.

Minggu ini, Pendeta Theophilus III Yunani bertemu dengan Paus Fransiskus untuk mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi pemukiman dan properti bangunan milik Kristen (di Palestina).

Dilaporkan bahwa para pendeta tersebut ‘berperang’ melawan politisi Israel yang ingin menyita tanah di Yerusalem dan juga organisasi Yahudi Israel Ateret Cohanim yang mencoba mengklaim kepemilikan properti tertentu yang oleh mantan Pendeta tersebut diduga telah dijual.

Namun, Theophilus III juga diserang oleh komunitasnya sendiri karena penjualan banyak properti yang dianggap sebagai ‘properti kepercayaan’, yang mana penjualan properti-properti tersebut tidak dapat dijelaskan apa alasan penjualannya.

Vatikan menanggapi permintaan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka bersedia membantu permasalahan tersebut dengan cara yang paling tepat.

Sumber : Middle East Update

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here