Hadir di Pertemuan Ulama dan Da’i, Waketum MUI Optimis Umat Bersatu

1020

Moslemtoday.com : Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas hadir dalam pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia tenggara, Afrika, dan Eropa, yang didakan oleh YAyasan al-MAnarah al-Islamiyah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Padang.

Acara yang dilaksanakan mulai senin (17/7) sampai dengan kamis (20/7) itu bertemakan “Persatuan Umat”. Berkaitan dengan hal itu Yunahar sendiri Optimis persatuan umat akan terjalin. Menurut Yunahar Umat Islam sudah terbiasa menghadapi perbedaan pendapat.

“Artinya kita optimis, tapi berangkat dari realitas,” ujar Yunahar saat ditemui pasca menjadi pembicara di Multaqa Da’i dan Ulama.

Kendati demikian, Yunahar menjelaskan bahwa umat sendiri harus membedakan mana perbedaan dan mana penyimpangan. Menyikapi perbedaan kata dia, jangan disikapi dengan seperti menyikapi penyimpangan, pun sebaliknya.

Hal ini juga ungkap Ketua PP Muhammadiyah tersbut, yang membedakan antara islam dan barat. Barat yang mentoleransi segala hal (Red- Penyimpangan dan Perbedaan), berbeda dengan islam yang membedakan antara perbedaan dan penyimpangan.

“Harus membedakan mana yanng perbedaan pendapat mana penyimpangan,” kata Yunahar.

MUI sendiri sebelumnya telah mnetapkan 10 kriteria penyimpangan kelompok yang harus diwaspadai umat islam. diantaranya:

1. Mengingkari salah satu dari rukun iman yang 6.
2. Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Alquran dan sunnah.
3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
6. Mengingkari kedudukan hadis nabi sebagai sumber ajaran Islam.
7. Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
8. Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir.
9. Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat wajib tidak 5 waktu.
10. Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Oleh : N. Malisye / Islamic News Agency (INA)

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here