Hamas Desak Anggaran Dana UNRWA Jadi Anggaran Utama PBB

123

Moslemtoday.com : Hamas mendesak anggaran dana Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menjadi bagian dari anggaran utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). UNRWA diketahui saat ini tengah menghadapi krisis keuangan setelah Amerika Serikat menghentikan bantuannya untuk UNRWA tersebut.

“PBB harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab dengan menyetujui anggaran UNRWA sebagai bagian dari anggaran utamanya,” ungkap Hamas dalam pernyataannya seperti dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, (26/6/2018).

Hamas menyatakan tidak dapat menerima jika pengungsi Palestina terus menderita. “Hidup mereka terus bergantung pada perhitungan politik internasional dan keputusan rasis AS yang mendukung pendudukan Israel dengan mengorbankan hak-hak pengungsi Palestina,” bunyi pernyataan Hamas.

Hamas juga menyerukan negara-negara Arab dan Muslim untuk memenuhi janji mereka dan berkontribusi pada pendanaan badan pengungsi tersebut.

Hamas memperingatkan bahwa masalah keuangan UNRWA akan mengancam dan mempengaruhi kehidupan lima juta pengungsi Palestina yang sangat bergantung pada layanan yang disediakan oleh UNRWA.

Pada bulan Januari 2018 lalu, Amerika Serikat mengumumkan penghentian bantuan sebesar $ 65 juta dolar kepada UNRWA sebagai tanggapan atas penolakan mayoritas suara di Majelis Umum PBB yang menolak keputusan AS mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel.

UNRWA didirikan pada tahun 1949 (satu tahun setelah pengusiran jutaan penduduk Palestina dari tanah mereka yang dicaplok oleh Israel yang disebut peristiwa Nakba). UNRWA memberikan bantuan kepada jutaan pengungsi Palestina di wilayah Palestina, Yordania, Libanon dan Suriah.

Menurut Badan Statistik Palestina, Hingga akhir 2014, jumlah pengungsi Palestina di seluruh dunia mencapai sekitar 5,9 juta dan sekitar 5,3 juta jiwa terdaftar di UNRWA. (DH/MTD)

Sumber : Anadolu Agency | Redaktur : Hermanto Deli
Copyright © 1439 Hjr. (2018) – Moslemtoday.com

comments

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here